Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

   

Budaya Tionghoa : MahaKarya : Kitab Confucius

Lunyu: Pengajaran Confucius tentang Lingkungan Tempat Tinggal


 by: Philip Kho    last comment : 05.Feb.2009 13:44   dibaca : 2950 kali.


Share


子曰:"里仁為美。擇不處仁,焉得知?"
Zi yue:"Li ren wei mei. ze bu chu ren, yan de zhi?
Nabi Confucius berujar:"Lingkungan tempat tinggal yang memiliki 仁(ren:Cinta kasih) adalah yang paling baik, jika memilih lingkungan tempat tinggal tidak mempertimbangkan hal ini, bukanlah tindakan yang bijaksana".

Confucius mengingatkan tentang pentingnya suatu lingkungan yang sehat bagi pengembangan diri.Jika kita hidup di lingkungan yang mayoritas warganya suka berjudi atau mabuk-mabukan, sangat mungkin nantinya kita atau anak-anak akan menjadi demikian. Confucius menggagaskan tentangnya lingkungan tempat tinggal yang sehat adalah lingkungan yang mayoritas rakyatnya menjujung tinggi nilai 仁(Kebaikan, cinta kasih).

Begitu pentingnya lingkungan tempat tinggal bagi perkembangan pola pikir seseorang, sehingga pada masa dulu, seorang Ibunda Mencius terpaksa pindah 3 kali demi supaya Mencius memiliki satu lingkungan tempat tinggal yang sehat.

Mencius sejak kecil sudah tidak berayah. Ia hidup berdua bersama Ibunya.Pada awalnya mereka tinggal dekat kuburan. Kita tahu bahwa upacara pemakaman selalu diiring oleh permainan musik, demikianlah Mencius setiap hari meniru lagak orang memainkan alat musik. Ibunya melihat hal ini, merasa tidak baik, ia pun memutuskan untuk pindah.Mereka pindah ke samping pasar. Setiap hari Mencius menyaksikan para pedagang menjajankan dagangannya.Ia pun meniru lagak para pedagang daging.Ibunya melihat hal ini, berpikir lingkungan ini tidak baik untuk Mencius karena sangat mungkin setelah besar nanti anaknya akan menjadi seorang pedagang (NB: Pedagang pada masa itu bukanlah profesi yang terbaik).Ibunya memutuskan untuk pindah,kali ini mereka pindah ke dekat Sekolahan. Setiap hari Mencius mendengarkan para pelajar membaca buku-buku sastra, ia pun menirukan lagak para pelajar.Ibunya melihat hal ini sangat senang. Setelah Mencius agak besar, ia pun pergi ke sekolah.Namun setelah satu waktu, ia merasa bosan.Suatu hari ia bolos dan pulang ke rumah. Saat itu Ibunya sedang merajut kain, ketika ditanyakan, Mencius pun menjelaskan kebosanannya terhadap Sekolah.Ibunya tidak berkomentar, seketika menggambil gunting dan memotong putus kain setengah jadi yang sudah dirajutnya selama berminggu-minggu. Mencius heran dan bertanya mengapa. Ibunya menjelaskan bahwa belajar sama seperti merajut kain, Jika belum selesai dan sudah berhenti maka ia menjadi sepotong kain yang tidak berharga. Mencius segera menyadari kesalahannya, ia meminta maaf dan segera kembali ke sekolah.

Sejak itu, Mencius tekun belajar. Ia sangat menyukai filosofi Confucius. Masa Mencius berjarak sekitara 100 tahunan dari Masa Confucius, artinya ketika Mencius Lahir, Confucius sudah tidak ada di dunia lagi. Mencius pun memutuskan untuk melanjutkan studi ke Desa Confucius, di sana ia berguru kepada Cucu Confucius yang bernama 子思(Zisi). Mencius berhasil menguasai semua filosofi dan menjadi seorang Guru besar pada masanya. Ia banyak diminta nasihat oleh para Penguasa dan Bangsawan tentang ilmu pemerintahan dan filosofi kehidupan.Dalam sejarah Cina, Mencius dikenal sebagai seorang pemikir besar pada masanya, tidak heran ia dijuluki 亞聖(orang Suci/orang bijaksana setelah Confucius)

Bayangkan bahwa jika pada masa dulu Ibunda Mencius tidak pindah, maka mungkin sekali dalam dunia Filosofi Cina tidak muncul nama Mencius, mungkin sekali ia menjadi orang biasa-biasa saj.Berkat kebijaksanaan Ibunya dalam memilih lingkungan tempat tinggal yang sehat, ditambah dengan kepintaran Ibunya mendidik Mencius, sehingga akhirnya Mencius menjadi seorang yang dikenal dan disegani pada masanya.

才明華文教育中心
許培惠老師
www.caiming.info


         

Edy Susanto

comment on : 17.Feb.2009 10:23

Benar juga, pengaruh lingkungan sangat mempengaruhi keadaan diri kita...
kebijaksanaan dr confucius dan mencius patut kita pelajari..

   

Halaman : total 1 hal.

Silahkan login untuk komentar.


Artikel terbaru :
Artikel Budaya Tionghoa lainnya.

 

BON activity
by : BON Admin.


Random member photos :

Last uploaded photos :



   Shoutbox

Sisa karakter:

 

BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE