Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

   

Ritual Bakar Tongkang - Go Gwe Cap Lak


News date : 08.Jun.2008 - dibaca : 3781 kali.

Budaya Tionghoa di bumi pertiwi


       Share


Semakin hari ritual Bakar Tongkang semakin dikenal masyarakat luas, ini tidak lepas dari peran serta dukungan Pemkab Rokan Hilir serta Pemprov Riau yang terus mempromosikan acara ritual Tionghoa ini ke event nasional hingga International.
Lihat saja di thn 2007, ketika anda tiba di airport Pekan Baru, begitu pintu pesawat terbuka, anda langsung disuguhkan dgn Baliho besar di lapangan tsb.

Tidak tanggung-tanggung, Kalender Wisata Visit Indonesia Year 2008 pun memuat acara ritual tsb. Seperti apakah acara ritual ini ?
- masih ada banyak yang bertanya-tanya.

Ritual ini sangat kental dengan kebudayaan TiongHoa yang dibawa oleh pendatang TiongHoa saat menemukan sebuah pulau kosong di sekitar selat malaka : Bagansiapiapi, ada juga yang menyebutnya BaganApi versi mandarin.

Ditengah kegelapan malam, sebuah kapal yang memuat 18 orang kehilangan arah dalam misi mencari kehidupan yang lebih baik. Dalam keadaan yang sangat risau, mereka memohon kepada dewa Ki Ong Ya ( 1-1nya patung dewa yang ada di kapal tsb ).
Permohonan mereka simple : memohon petunjuk Dewa Ki Ong Ya tsb agar menuntun mereka ke daratan untuk bisa segera memulai kehidupan dengan baik, dan mereka berjanji tidak akan melupakan jasa dewa tsb dengan cara memperingati secara besar-besaran setiap tahun dan turun temurun.

Tak lama kemudian, awak kapal melihat petunjuk dari kejauhan ada terang seperti api, dan mereka segera mengarahkan kapal ke arah sumber api tsb dengan harapan di mana ada api disanalah ada kehidupan.

Dan.... benar. Permintaan mereka terkabul !
Di sini lah awal mula kehidupan kota Bagansiapiapi. (kami dari kecil sering menyebut kota kami dengan : Bagan )

Keesokan harinya, mereka bangun dan menemukan diperairan pulau tsb dipenuhi dengan ikan. Tentu Anda pernah mendengar Bagansiapiapi mengangkat nama Indonesia sebagai tempat penghasil ikan no.2 terbesar di dunia setelah Norwegia, bukan ?

Tentunya ke-18 awak kapal (yg semuanya bermarga : Ang), tsb memenuhi janji mereka dengan merayakan pesta memperingati Hari Jadi Dewa Ki Ong Ya yg bertepatan bulan 5 tgl 16 (penanggalan imlek). sehingga dinamakan Go Gwe Cap Lak, atau kadang disingkat Go Cap Lak .
Perayaan ini selain menyembah + tarian Dewa juga dilakukan ritual (semacam sesajian) dgn cara membakar tongkang serta diisi dengan beras dll , pembakaran dilakukan di laut.

Konon, Sang Dewa masih memiliki kharisma yang sangat besar di Bagansiapiapi, tidak ada orang yang berani bercanda dengan menyebut nama Dewa Ki Ong Ya, sudah ada banyak kejadian saat itu.

Namun sejak Order Baru, Penguasa yg saat itu melarang segala aktivitas yg berbau TiongHoa, akhirnya ritual Bakar Tongkang dilarang, sehingga acara bakar tongkang ditiadakan namun setiap tahun acara sembahyang Go Cap Lak tetap dilakukan di kelenteng.

Kini, 200 tahun telah lewat, patung Dewa Ki Ong Ya masih utuh !
Patung yang saat ini disimpan di Kelenteng Ing Hok King (kelenteng tertua di Bagansiapiapi) adalah patung asli dari kapal 200-an tahun silam. Patung dari kayu tsb terjaga hingga saat ini.

Sejak era Reformasi, Gus Dur yang jadi Presiden waktu itu, mencabut kembali aturan yg dibuat Soeharto dulu. Era baru dimulai, orang2 keturunan TiongHoa tidak lagi di-marginalkan.
Dan acara Bakar Tongkang diijinkan dilakukan kembali.

PemKab Rokan Hilir yang jeli mempelajari dari fakta lapangan bahwa di setiap acara tsb, berdatangan banyak wisatawan lokal maupun international (Malaysia, Singapore, Taiwan, Hongkong) memanfaatkan event tsb utk mempromosi Kabupaten Rokan Hilir. Perjuangan tidak sia-sia, Pemerintah Indonesia memasukkan event tsb ke kalender wisawat Visit Indonesia Year 2008.

Namun sayang, pihak penerbangan Garuda yang ikut mempromosikan acara tsb lewat majalah in-flight di pesawat Garuda salah menulis , sehingga tertera Juli 2008, seharusnya June 2008.

Tahun 2007, acara tsb berhasil dibawa ke Taman Mini Indonesia Indah.

Acara tsb semakin tahun semakin ramai, partisipasi dari masyarakat yang menggalang dana untuk menyemarakkan acara tsb begitu luar biasa. Setiap tahun sebelum puncah ritual tsb, setiap malam diadakan acara rakyat versi TiongHoa dengan menggelar panggung dan mendatangkan artis2 manca negara.

Dukungan dari PemKab yang juga ikut menyalurkan dana serta menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan membuat semakin menarik wisatawan. Apalagi kini telah dibuka jalur internasional di pelabuhan Bagansiapiapi, dari Malaysia (Port Dickson) sudah bisa langsung menyebrang ke Bagansiapiapi lewat kapal laut.

Di puncak acara Go Cap Lak ini, anda bisa melihat atraksi yang dipercaya Dewa telah memasuki badan manusia (kami menyebutnya Tangki), membabat diri sndiri dengan pedang + bola berduri paku, menyayat lidah dengan pedang tajam, menusuk pipi dengan jarum, memakan dupa dll. Atraksi ini yang saya sebut Tarian Dewa.
Para Tangki tsb akan mengawal kapal/tongkang yang siap dibakar ke tempat pembakaran yg kini telah disediakan tempat khusus, namun tidak lagi di laut, melainkan di darat.
Tempat pembakaran tsb adalah hasil sumbangan dari salah 1 warga bagansiapiapi yang memberikan lahan pribadi kepada Dewa dan dibangun dengan dana dari Pemkab.

Acara ini dipercaya membawa berkah dan keselamatan.

Anda tertarik untuk mengunjungi ritual ini, jangan khawatir dengan hotel yg telah penuh terbooking 2bulan yang lalu, warga di Bagansiapiapi akan menampung siapapun yang datang ke Bagansiapiapi.

Kami tunggu Anda di Bagansiapiapi.
Welcome to Bagansiapiapi.

Salam,
BON Admin




hartono238

comment on : 09.Jun.2008 17:04

hore gue pulang, cuma masih pusing, ngak ada tempat tinggal

   

BON Admin.

comment on : 14.Jun.2008 20:18

warga TiongHoa di Bagan cukup nice, mereka akan menampung tamu2 dari luar yang tidak kebagian hotel...

asyik, bisa irit malah, tapi siap2 mandi air hujan ya

   

jorhan

comment on : 15.Jun.2008 09:05

sungguh berbaik hati warga tionghoa di BAGAN SIAPI-API dengan siap menampung siapapun yang datang ke sana, inilah sedikit wujud kekentalan dan keakraban orang Bagan,

   

Hermantono

comment on : 15.Jun.2008 14:01

   

marliono

comment on : 23.Jun.2008 15:44

sayang bagansiapiapi tidak ada tempat pariwisata lain klo tidak,mungkin akan bertambah ramai dan tiap tahun tidak perlu begitu banyak anak bagan yg keluar merantau



   


Halaman :  [1]  2 

Silahkan login untuk komentar.




Berita Lainnya :
Daftar berita selengkapnya

 

Event : Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi
by : aseN


Random member photos :

Last uploaded photos :



   Shoutbox

Sisa karakter:

 

BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE