Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

   

Ketua Yayasan Ditahan Polisi, Ratusan Siswa di Rohil Riau Demo Usai UN


News date : 21.Apr.2014 - dibaca : 1858 kali.

Sumber : Detik.com


       Share


Pekanbaru - Usai melaksanakan Ujian Nasional (UN), lebih dari 700-an pelajar di Yayasan Wahidin di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau melakukan aksi mogok belajar. Ini terkait ketua yayasan mereka ditahan pihak kepolisian.

Aksi mogok belajar ini setelah kelas III SMA melaksanakan UN. Para siswa di yayasan Wahidin di Bagansiapiapi, ibukota Rohil, serentak melakukan aksi mogok belajar mengajar bersama guru-guru mereka, Kamis (17/4/2014).

Mereka yang melakukan aksi mogok belajar mengajar ini terdiri dari siswa SMP dan SMP yang jumlahnya lebih dari 700-an pelajar. Mereka menggelar aksi damai di lingkungan sekolah mereka sendiri.

Aksi ini sebagai bentuk protes atas penahanan terhadap Ketua Yayasan Wahidi, Rajadi alias Awi Tongseng (51) yang sudah lebih dari dua pekan mendekam di sel Polda Riau. Sebagai bentuk aksi solidaritas, mereka membubuhkan seribu tanda tangan di atas kertas putih.

Sekolah Yayasan Wahidin memiliki lebih dari 1.000 siswa, mulai dari TK hingga SMA. Tanda tangan ini juga nantinya akan disodorkan ke seluruh siswa serta walimurid. Mereka prihantin atas penahanan ketua yayasan tanpa alasan yang jelas.

"Kami minta persoalan ketua yayasan kami segera dituntaskan. Dia bukan orang jahat. Bapak Awi selama ini tak hanya sebagai ketua yayasan, tapi juga sekaligus donatur di sekolah yang sudah banyak sumbangsihnya kepada sekolah kami," ujar Fitrawan, siswa SMA dalam aksi solidaritas tersebut.

Para siswa dan guru mengancam, bila ketua yayasan mereka tidak segera dibebaskan, aksi mogok belajar mengajar akan terus berlangsung. Mereka tak ingin, urusan internal yang terjadi di yayasan berimbas pada proses belajar mengajar.

Para guru di sekolah tersebut juga merasa menerima ancaman teror lewat pesan singkat SMS. Teror itu mereka terima sejak Ketua Yayasan Wahidin, Awi Tongseng, ditahan polisi.

"Ancaman terornya macam-macam. Ada yang pesan, jangan ikut campur urusan soal penahanan, guru diminta untuk tidak membela ketua yayasan kami. Kalau membela, taruhannya nyawa," kata Wakil Koordinator Perguruan Wahidin Ilyas Yusuf kepada wartawan.

Kasus ini bermula dari persoalan internal di yayasan. Sebelumnya, pihak yayasan menemukan ada indikasi dugaan penyelewengan dana di keuangan yayasan jumlahnya puluhan juta.

Rajadi alias Awi melaporkan kasus penggelapan uang yayasan tahun 2008 silam ke Polres Rohil dengan terlapor Tan Clara yang saat itu menjabat koordinator guru di Yayasan Wahidin.

Kasus inipun bergulir di Pengadilan Negeri setempat. Pada 25 Februari 2010 PN Rokan Hilir memberikan vonis 2 bulan 15 hari kepada Tan Clara. Putusan PN juga tidak memberikan pertimbangan terhadap keterangan saksi dari Rajadi alias Awi untuk digunakan sebagai dasar putusan.

Tak terima atas vonis tersebut, Tan Clara mengajukan upaya banding. Di tingkat Pengadilan Tinggi (PT), Juni 2010 lalu, Tan Clara dibebaskan. Atas putusan bebas tersebut, jaksa melakukan upaya kasasi.

Namun putusan Mahkamah Agung No 2010/KPid/2010 pada 28 September 2011 menguatkan pitusan PT. Atas putusan MA itulah, Tan Clara pun kembali melakukan perlawanan hukum. Dia melaporkan Rajadi alias Awi ke polisi pada 17 Oktober 2013 lalu ke Polda Riau. Laporannya ke polisi, Rajadi dianggap memberikan keterangan palsu di pengadilan. Sehingga pada 5 April 2014, Polda Riau menahan Rajadi.

"Ini kan aneh, mestinya yang berhak menyatakan memberikan keterangan palsu itu adalah majelis hakim. Dan harusnya yang memeriksan juga jaksa. Sedangkan dalam kasus penahanan Awi, yang menyatakan memberikan keterangan palsu itu Clara buka hakim. Jelas penahanan ini menyalahai prosedur hukum," kata kuasa hukum Awi Tongseng, Suhendro kepada detikcom.

Sementara itu, dalam surat penahanan yang dikeluarkan Polda Riau pada 4 April 2014, dijelaskan bahwa penahanan tersebut berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga kuat telah melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu di bahwa sumpah di ruangan persidangan PN Rokan Hilir. Surat itu penahana itu dikeluarkan Dir Reskrimum Polda Riau yang diteken penyidiak Kombes DTM Silitonga.

"Kami akan lakukan praperadilan atas penahanan ini," kata Suhendro kuasa hukum tersangka, Rajadi.




cherinee

comment on : 12.Feb.2016 03:01

selamat sore buat semuanya cindy mau berikan promo dan bonus besar-besaran untuk game-game online dari www.MAXBET303.COM sebesar 20 di jamin tidak akan mengecewakan kalian deh teman-teman selain itu masih ada lagi potongan untuk game lainnya dengan potongan hingga 65 nah tunggu apa lagi buruan Ddatang dan kunjungi MAXBET303 dan untuk info lebih lanjut hub di:
BB PIN: 2210A855
YM: CSMAXBET303@YAHOO.COM
LINE ID: MAXBET303
TELP/SMS: +855 89808 928

   

cherinee

comment on : 12.Feb.2016 03:41

pagi buat semuanya cindy mau berikan promo dan bonus besar-besaran untuk game-game online dari MAXBET303.COM sebesar 20 di jamin tidak akan mengecewakan kalian deh teman-teman selain itu masih ada lagi potongan untuk game lainnya dengan potongan hingga 65 nah tunggu apa lagi buruan Ddatang dan kunjungi MAXBET303 dan untuk info lebih lanjut hub di:
BB PIN: 2210A855
YM: CSMAXBET303@YAHOO.COM
LINE ID: MAXBET303
TELP/SMS: +855 89808 928

   

star

comment on : 15.May.2016 12:32

kabar dari mulut ke telinga terus dari mulut ke telinga terus dari mulut ke telinga telah terdengar banyak informasi mengatakan banyak kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi seperti : mencuri merampok menjambret memperkosa membunuh narkoba dan lain lain !

paling banyak perampokan jambret di waktu siang sampai korban jatuh terluka berdarah seperti tidak ada polisi yang jaga di waktu siang mungkin karena kurang jumlah polisi atau polisi takut penakut atau polisi tidur siang atau polisi makan gaji buta tidak mau tahu apa yang terjadi atau polisi sengaja membiarkan atau polisi kerjasama dengan pelaku kriminal bagi hasil atau polisi tidak mau tangkap pelaku kriminal karena pelaku kriminal adalah family keluarganya polisi atau pelaku kriminal adalah peliharaan polisi peliharaan bos !

team mata2 intel spy & team pengawas penyelidik pemberantas kriminalitas sudah dikirim ke bagansiapiapi untuk menyelediki kenapa banyak kriminalitas di bagansiapiapi ! akan selidiki siapa2 yang terlibat dalam kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi ! jika terbukti bersalah maka akan dihukum sesuai dengan hukum !

   

star

comment on : 15.May.2016 12:48

kabar dari mulut ke telinga terus dari mulut ke telinga terus dari mulut ke telinga telah terdengar banyak informasi mengatakan banyak kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi seperti : mencuri merampok menjambret memperkosa membunuh prostitusi narkoba dan lain lain !!!

paling banyak perampokan jambret di waktu siang sampai korban jatuh terluka berdarah seperti tidak ada polisi yang jaga di waktu siang mungkin karena kurang jumlah polisi atau polisi takut penakut atau polisi tidur siang atau polisi makan gaji buta tidak mau tahu apa yang terjadi atau polisi sengaja membiarkan atau polisi kerjasama dengan pelaku kriminal bagi hasil atau polisi tidak mau tangkap pelaku kriminal karena pelaku kriminal adalah family keluarganya polisi atau pelaku kriminal adalah peliharaan polisi peliharaan bos !!!

team mata2 intel spy & team pengawas penyelidik pemberantas kejahatan kriminalitas sudah dikirim ke bagansiapiapi untuk menyelediki kenapa banyak kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi ! akan selidiki siapa2 yang terlibat dalam kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi ! jika terbukti bersalah maka akan dihukum sesuai dengan hukum !!!

   

star

comment on : 15.May.2016 13:05

kabar dari mulut ke telinga terus dari mulut ke telinga terus dari mulut ke telinga telah terdengar banyak informasi mengatakan banyak kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi seperti : mencuri merampok menjambret memperkosa membunuh prostitusi narkoba dan lain lain !!!

paling banyak perampokan jambret di waktu siang sampai korban jatuh terluka berdarah seperti tidak ada polisi yang jaga mungkin karena polisi jumlah sedikit kurang banyak atau polisi penakut takut kepada pelaku kejahatan kriminalitas atau polisi gaji kurang atau polisi tidur siang atau polisi makan gaji buta tidak mau tahu apa yang terjadi atau polisi sengaja membiarkan kejahatan kriminalitas atau polisi kerjasama dengan pelaku kejahatan kriminalitas bagi hasil atau polisi tidak mau tangkap pelaku kejahatan kriminalitas karena pelaku kejahatan kriminalitas adalah family keluarganya polisi atau pelaku kejahatan kriminalitas adalah peliharaan polisi peliharaan bos !!!

team mata2 intel spy & team pengawas penyelidik pemberantas kejahatan kriminalitas sudah dikirim ke bagansiapiapi untuk menyelediki kenapa banyak kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi !!! akan selidiki siapa2 yang terlibat dalam kejahatan kriminalitas di bagansiapiapi !!! jika terbukti bersalah maka akan dihukum sesuai dengan hukum !!!

   


Halaman :  [1]  2 

Silahkan login untuk komentar.




Berita Lainnya :
Daftar berita selengkapnya

 

Event : Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi
by : Tony


Random member photos :

Last uploaded photos :



   Shoutbox

Sisa karakter:

 

BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE