Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

   

Ratusan Ekor Buaya Berkeliaran di Perairan Sungai Rokan


News date : 30.Aug.2006 - dibaca : 1769 kali.

Sumber : Pemda Rokan Hilir - 30 Aug 2006


       Share


Masyarakat nelayan tradisional yang beroperasi di sepanjang sungai Rokan di sejumlah daerah seperti yang berada di Labuhantangga, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil dan sekitarnya, belakangan sudah mulai ketakutan. Pasalnya, ratusan ekor buaya berkeliaran di sungai Rokan. Ratusaan ekor buaya yang berkeliaran di perairan sungai Rokan tersebut, terungkap ketika masyarakat Labuhantangga berupaya mencari korban Mardi yang hilang sejak Sabtu (26/8) kemarin.

Kapolres Rohil, AKBP Anang Revandoko melalui Kapolsek Bangko, AKP A Rozali kepada Riau Pos, Senin (28/8) secara diplomatis tidak menafikan hal tersebut. ‘’Dalam upaya pencarian korban Mardi itu, saya menerima banyak keluhan dari masyarakat Labuhantangga berkaitan soal buaya itu. Misalnya saja, dalam upaya pencarian korban Mawardi, masyarakat melihat ratusan ekor buaya yang timbul di perairan Sungai Rokan dengan kondisi ukuran yang bervariasi,’’ kata Rozali.

Perlu diketahui, tambah Rozali, melihat buaya di malam hari yang timbul di perairan Sungai Rokan tersebut sangat mudah untuk dilihat. Karena, bola matanya yang terkena cahaya yang memancarkan cahaya kuning. Kalau ada cahaya warna kuning yang berada di atas air, maka kondisinya sudah dapat diketahui bahwa itu adalah buaya. Sewaktu pencarian dilakukan, masyarakat melihat banyak buaya yang ditimbul di malam hari. Lantaran faktor keselamatan juga, pencarian korban di malam hari itu tidak dapat dilakukan secara maksimal,’’ kata Rozali.

Mengingat buaya yang berkeliaran di perairan sungai Rokan khususnya di daerah Labuhantangga dan sekitarnya dinilai cukup banyak, tambah Rozali, masyarakat terpaksa menghentikan kegiatannya untuk mencari ikan maupun udang dengan alasan faktor keselamatan. ‘’Masyarakat yang ada di Labuhantangga khususnya yang berada di pesisir pantai sungai Rokan, sudah ketakutan sekali untuk turun menangkap ikan maupun mencari udang. Dan semua keluahan yang telah disampaikan, jelas kita tampung untuk kemudian dikoordinasikan kepada Kapolres Rohil. Dalam kesempatan pertemuan, kita akan bawa aspirasi dari masyarakat ini,’’ kata Rozali.

Menjawab Riau Pos, Rozali secara diplomatis menjelaskan, dalam kurun waktu selama sepuluh tahun belakangan, warga Labuhantangga yang menjadi korban keganasan buaya sudah tercatat sebanyak 14 orang. Belasan warga yang menjadi korban keganasan buaya tersebut, saat ditemukan kondisinya sangat memprihatinkan. ‘’Kalau ditemukan ya kita lihat sendiri bagaimana kondisinya. Jelas sudah tidak utuh lagi. Malah, ada korban yang hilang sampai sekarang tidak ditemukan. Dan saya menilai, masalah seperti ini perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak dan instansi terkait,’’ kata Rozali.

Ditemukan

Sementara, selama tiga hari masyarakat melakukan pencarian korban Mawardi (27) warga Labuhantangga, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil yang hilang sejak Sabtu (26/8), perairan sungai Rokan, akhirnya Senin (28/8), sekitar pukul 08.00 wib, berhasil ditemukan dalam keadaan terapung. Saat ditemukan, kondisi korban Mawardi sudah sangat memprihatinkan. ‘’Bagian anggota tubuh korban seperti tangan sebelah kiri dan kaki sebelah kanan sudah tidak ditemukan lagi,’’ kata Rozali.





Halaman : total 1 hal.

Silahkan login untuk komentar.




Berita Lainnya :
Daftar berita selengkapnya

 

Potret Rokan Hilir
by : Anton Hung


Random member photos :

Last uploaded photos :



   Shoutbox

Sisa karakter:

 

BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE