Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

FORUM : Diskusi Umum Diskusi Umum

 Topic umum : Perbedaan Dr dengan dr
    Share


Moderator : MonMon,

Topic Created : 26.Dec.2008 15:51    View : 12669    



Kevin
[VM]
Medan

Total post : 46

Apa sih bedanya gelar Dr dengan dr ada yg bisa bantu jelasin


Halaman :  [1]  2 


# 1 - Reply : 26.Dec.2008 16:36



th3l4st
[VM]
Jakarta

Total post : 1769

yg beda cuma tulisannya.,satu pake huruf besar satu pake huruf kecil.,masa sgitu aza gak tau si..
piss..

# 2 - Reply : 26.Dec.2008 19:27



Wilson_Sun
[VM]
Jakarta

Total post : 120

dr. ==> Dokter : ya dokter yg suka suntik2 bokong org itu. Ini semua dokter yg lulus S1 juga uda dapat gelar dr.

Dr. ==> Doktor : Gelar untuk jenjang pendidikan S3 (doktoral), bisa dokter bisa bukan.
Ini nih contohnya: Dr. Wilson_Sun, S.T., M.Eng.


Klo uda dokter, doktor pula, jadinya:
Dr. dr. Wilson_Sun, S.T., M.Eng. (jadi org ini sakti lulusan teknik S1 dan S2 tapi juga sekaligus sekolah dokter. wakaka....)

Salah ga ya ?

# 3 - Reply : 26.Dec.2008 21:52



Anton Hung
[VM]
Jakarta

Total post : 1902

sy sependapat dgn wilson di komentar #2.

pak karimun kemana ya? barangkali bisa bantu mengklarifikasikan hal ini.

atau teman lain barangkali ada yg bisa menambahkan informasi ?

# 4 - Reply : 26.Dec.2008 22:09



Santana Perwira
[VM]
Jakarta

Total post : 641

sudah cukup jelas penjelasan bro Wilson-sun koq.
rinci, ringkas dan tepat sasaran

thanks

# 5 - Reply : 26.Dec.2008 23:48



th3l4st
[VM]
Jakarta

Total post : 1769

kesini aza penjelasannya

Dr (http://id.wikipedia.org/wiki/Doktorandus)

dr (http://id.wikipedia.org/wiki/Dokter)

# 6 - Reply : 27.Dec.2008 00:52



Wilson_Sun
[VM]
Jakarta

Total post : 120

Kok malah Doktorandus yang di-refer?
Drs. ama Dr. kan beda Bung th3l4st.

Ini nih klo mau refer Dr. ke Wiki:
http://id.wikipedia.org/wiki/Doktor (hilangin randus -nya )

# 7 - Reply : 27.Dec.2008 01:35



Karimun
[VM]
Medan

Total post : 170


Jika hendak mengetahui secara pasti dan rinci perbedaan antara Dr dan dr, Maka perincianya akan sangat panjang, Namun kalau secara garis besar untuk penggunaan kalimat yg benar untuk masa sekarang ini adalah DR >>> Doktor (Akademik) dan Dr >>> dokter (Profesi), Sedangkan dr >>> Walaupun tidak ada larangan atau masih ada sebagian kalangan yg masih menulisnya untuk profesi seorang dokter, Namun pada tahun 1997 oleh PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia) Bidang profesi seorang dokter di tulis dengan Dr serta berlaku sampai sekarang ini


Penulisan kata dokter ternyata ada perbedaan paham antara ketentuan dari Departemen kesehatan dengan Departemen pendidikan dan kebudayaan, Departemen kesehatan sejak lama menganut penulisan yang benar adalah sebagai dr, (dengan d huruf kecil) Untuk mengacu pada dokter dan Dr (dengan d huruf besar) sebagai acuan ke gelar Doktor, Namun timbul permasalahan dalam dunia jurnalistik yaitu bagaimana jika suatu kalimat dimulai dengan tulisan dr A, Karena jika dimulai dengan huruf kecil di awal suatu kalimat maka hal tersebut berarti mengingkari cara penulisan yang benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang mengharuskan huruf pertama di awal setiap kalimat berupa huruf capital, Menyiasati masalah tersebut maka penulisan dr A untuk diawal kalimat harus diubah sebagai Dokter A


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang juga bertanggung jawab tentang masalah bahasa Indonesia yang baik dan benar kemudian mengklaim bahwa penulisan yang tepat untuk dokter sebaiknya justru sebagai Dr, Sehingga dengan demikian permasalahan tentang huruf capital diatas dapat terselesaikan. Dan dengan demikian penulisan yang benar untuk gelar Doktor menurut mereka adalah sebagai DR, Seterusnya penggunaan tulisan Dr untuk profesi seorang dokter di perkuat lagi, Karena di pergunakan oleh PB IDI pada tahun 1997 dan berlaku sampai sekarang ini


Memang perbedaan penulisan profesi seorang dokter dengan kalimat Dr atau dr sampai sekarang ini, Masih sangat banyak kalangan yg belum mengerti & mengetahui dengan jelas, Termasuk dari Media cetak & elektronik, Kalangan dokter di daerah, Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran maupun berbagai elemen di masyarakat, Supaya lebih jelas asal muasal polemik penulisan tersebut, Sebenarnya rincian sangat panjang, Namun di jelaskan secara garis besar saja, baca rincian di bawah ini


1. Pendidikan tinggi dibagi dua : Akademik dan Profesi, Dulunya untuk jenjang akademik hampir semua lulusan sarjana S-1, diberi gelar "Drs" dan "Dra". Yang berbeda misalnya "SH, SE, Ir". Khusus fakultas kedokteran, diberi gelar "Drs/Dra.Med", Namun menurut EYD (Ejaan Yang Disempulnakan) Ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya yaitu Ejaan Republik, Maka Gelar Dr >>> Doktor (S-3) sedangkan dr >>> dokter (S-1 plus), jadi tulisan untuk pofesi seorang dokter adalah dr (d dan r huruf kecil) sedangkan Gelar Akademik Strata-3/S-3 adalah Dr (D huruf besar dan r kecil)

2. Begitu juga sejak 9 Februari 1993, Ada SK Mendikbud 036/U/1993 mengatur gelar dan sebutan bagi lulusan perguruan tinggi, Sejak saat itu gelar sarjana diberikan sesuai bidangnya, Penjelasanya sama persis seperti No.1


Jadi seperti sumber Jawa Pos artikel tentang Dr dr Robert Arjuna FEAS, Sang Dokter asal Bagansiapiapi, Tulisan dari sang wartawan dan pimpinan editor adalah salah kaprah dalam penulisan “Dr dr”, Kalau Pak Robert Arjuna sudah mendapat Gelar Akademik S-3, Seharusnya yang benar adalah DR. Dr Robert Arjuna FEAS (DR + Titik dan Dr yaitu huruf D diganti dengan huruf capital), Kalau belum pernah mendapatkan Gelar Akademik S-3, Maka penulisan yg benar adalah Dr. Robert Arjuna FEAS (dr tidak di gunakan lagi) Sebagai contoh telusuri link di bawah ini baca alinea Majelis- Majelis “DR. Dr. Agus Purwadianto, SH, Sp.F” dan Badan khusus DR. Dr. Hapsara Habib Rachmat, DPH http://www.idionline.org/index.php?menu=struktur_idi



Salam




# 8 - Reply : 27.Dec.2008 03:38



Wilson_Sun
[VM]
Jakarta

Total post : 120

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=8461

Penulisan kata dokter ternyata ada perbedaan paham antara ketentuan dari Departemen kesehatan dengan Departemen pendidikan dan kebudayaan, Departemen kesehatan sejak lama menganut penulisan yang benar adalah sebagai dr, (dengan d huruf kecil) Untuk mengacu pada dokter dan Dr (dengan d huruf besar) sebagai acuan ke gelar Doktor, Namun timbul permasalahan dalam dunia jurnalistik yaitu bagaimana jika suatu kalimat dimulai dengan tulisan dr A, Karena jika dimulai dengan huruf kecil di awal suatu kalimat maka hal tersebut berarti mengingkari cara penulisan yang benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang mengharuskan huruf pertama di awal setiap kalimat berupa huruf capital, Menyiasati masalah tersebut maka penulisan dr A untuk diawal kalimat harus diubah sebagai Dokter A


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang juga bertanggung jawab tentang masalah bahasa Indonesia yang baik dan benar kemudian mengklaim bahwa penulisan yang tepat untuk dokter sebaiknya justru sebagai Dr, Sehingga dengan demikian permasalahan tentang huruf capital diatas dapat terselesaikan. Dan dengan demikian penulisan yang benar untuk gelar Doktor menurut mereka adalah sebagai DR, Seterusnya penggunaan tulisan Dr untuk profesi seorang dokter di perkuat lagi, Karena di pergunakan oleh PB IDI pada tahun 1997 dan berlaku sampai sekarang ini

Memang perbedaan penulisan profesi seorang dokter dengan kalimat Dr atau dr sampai sekarang ini, Masih sangat banyak kalangan yg belum mengerti & mengetahui dengan jelas, Termasuk dari Media cetak & elektronik, Kalangan dokter di daerah, Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran maupun berbagai elemen di masyarakat, Supaya lebih jelas asal muasal polemik penulisan tersebut, Sebenarnya rincian sangat panjang, Namun di jelaskan secara garis besar saja, baca rincian di bawah ini



http://tonang.staff.uns.ac.id/memahami-gelar-dokter/2006/06/06/

1. Pendidikan tinggi dibagi dua : Akademik dan Profesi, Dulunya untuk jenjang akademik hampir semua lulusan sarjana S-1, diberi gelar "Drs" dan "Dra". Yang berbeda misalnya "SH, SE, Ir". Khusus fakultas kedokteran, diberi gelar "Drs/Dra.Med", Namun menurut EYD (Ejaan Yang Disempulnakan) Ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972.

2. Begitu juga sejak 9 Februari 1993, Ada SK Mendikbud 036/U/1993 mengatur gelar dan sebutan bagi lulusan perguruan tinggi, Sejak saat itu gelar sarjana diberikan sesuai bidangnya, Penjelasanya sama persis seperti No.1


@Karimun:
Jika meliat dari uraian Anda, saya mendapatkan sesuatu yg missing. Pada saat terakhir Anda memaparkan seperti ini:

==2. Begitu juga sejak 9 Februari 1993, Ada SK Mendikbud 036/U/1993 mengatur gelar ==dan sebutan bagi lulusan perguruan tinggi, Sejak saat itu gelar sarjana diberikan ==sesuai bidangnya, Penjelasanya sama persis seperti No.1

Saya bingung bagaimana bagian ini menjelaskan asal usul pelemik yg ada. Dan akhirnya saya googling sendiri, dan saya kaget medapatkan website di mana Anda meng-copy isinya seperti yg saya lampirkan di atas. Dari situ saya mendapat titik missing-nya.

Tapi saya jadi tau lebih rinci juga atas kebingungan saya sendiri. Saya jadi tau lulusan Kedokteran S1 pertama kali akan mendapatkan gelar SKed (Sarjana Kedokteran), setelah menjalani pendidikan profesi baru mendapatkan sebutan dokter. Dan klo dari website yang Anda kutip, penulisan dr. masih digunakan. Lengkapnya teman2 baca sendiri di http://tonangardyanto.blogspot.com/2006/06/memahami-gelar-dokter.html
atau http://tonang.staff.uns.ac.id/memahami-gelar-dokter/2006/06/06/. Blog milik seorang dokter dan akademisi.

Menurut saya, IDI hanyalah sebuah organisasi yang non-eksekutif maupun legislatif.
Penulisan yang diterapkan meraka tidak bisa serta merta dikatakan aktif berlaku di Indonesia. Di beberapa sumber masih menggunakan dr dan Dr. Dan saya menemukan beberapa sumber mengatakan bahwa penulisan yang mengikuti PB IDI adalah suatu "kecenderungan". Bukan hukum aktif (hingga saat ini). Bahkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ternyata tidak mengikuti kaidah penulisan IDI. Semoga polemik ini cepat selesai.

@BON Admin
Perlukah kita meyebutkan sumber di mana kita mengutip sebagian besar tulisan kita yang bersifat (sedikit)ilmiah?


Sorry if this is a harsh comment.

# 9 - Reply : 27.Dec.2008 06:55



Santana Perwira
[VM]
Jakarta

Total post : 641

kepada YTH: bro Karimun dan bro Wilson.

Ini adalah forum untuk saling membagi pengetahuan, dan dari manapun itu didapat,tujuannya adalah untuk saling membagi dan saling melengkapi

ini open forum.

# 10 - Reply : 27.Dec.2008 09:21



Anton Hung
[VM]
Jakarta

Total post : 1902

kaget juga ternyata antara dr dan Dr ada kerancuan ya. hmm kalo gak dibahas malah selamanya gak tao

berkomentar tentu ada bbrapa jenis, ada yg komentar dr hasil rangkaian atas pengalaman sendiri, ada jg membagi dari bahan yg pernah dibaca.
so, kontribusi dr bro karimun adalah bagus karena bersedia berbagi walau mungkin beliau harus kehilangan sedikit waktu dlm googling n baca dulu apakah cocok atau tidak seblum men-copy. kita hargai itu.


Halaman :  [1]  2 

 



BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE