Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

FORUM : IPTek & Hobby Kedokteran & Kesehatan

 Topic umum : Sharing penyakit jantung
    Share


Moderator : MonMon,

Topic Created : 25.Mar.2009 10:06    View : 7607    



BON Admin.
[VM]
Jakarta

Total post : 2816

kisah Seorang Istri Yang Suaminya Terkena Serangan Jantung....

ini ada cerIita/kisah nyata (PENGALAMAN PRIBADI) yang mungkin akan menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua.

Tanggal 29 April 2006:
malam kira-kira jam 21.00 setelah makan malam.
Suamiku merasa tidak enak badan. Masuk angin di sekitar perut dan punggung.. seperti terasa ditusuk2... rahang terasa agak kaku, mulut agak asam ... minta dibikinkan air jahe hangat.. minum lalu tidur.

Tanggal 30 April:
Bangun tidur... pagi sholat subuh dan bilang badannya udah enakan mau ke kantor,,,
Malam hari di jam yang sama seperti sebelumnya merasakan hal yang sama kembali seperti malam sebelumnya, dibikinkan jahe hangat kembali dan dipaksa tidur..
Tengah malam sekitar pukul 01.00 dinihari keluar keringat banyak dibadan. Yang ada dibenak saya dan suami mungkin angin sudah keluar, makanya badan enakan.

Tanggal 1 Mei 2006
(PERISTIWA PENTING DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KAMI)

Pagi. Rutinitas seperti biasa, ke kantor masih telp siang hari..
Seperti biasa karena tidak mendapat parkir di BEJ maka mobil di parkir di CAFE BENGKEL.. SEMANGGI dngan jarak 1 km dari BEJ.
Sore jam 16.30 pulang kantor jalan kaki menuju parkir, sepanjang jalan suamiku merasa kaki tak dapat dilangkahkan. Leher terasa semakin kaku.. Keringat dingin bercucuran.. dingin dan lemas sekali seperti tak bisa bernafas.. Beliau berusaha mencapai tempat parkir dan berhasil masuk kedalam mobil.. (tidak sempat menghidupkan mobil.. Kaca tertutup semua.. Lampu hijet dinyalakan.. Pintu tidak dirapatkan. Dan sempat menghubungi saya untuk mengatakan "bunda, cepat kemari.. Ayah tidak kuat lagi"!
(Suamiku tipe orang yg tidak pernah mengeluh,, tidak ingin merepotkan orang, sangat mandiri..karena perantau dan biasa hidup susah)
Saya merasa pasti sesuatu terjadi....... Karena kenal betul kenal sifat beliau. Saya membutuhkan waktu kira2 setengah jam sampai di tempat kejadian.. Yang saya temukan beliau sudah hampir hilang kesadaran.. Baju basah kuyup seperti berendam dikolam air, muka pucat bagai mayat.. Saya berteriak2 minta pertolongan, yang kebetulan saat itu banyak supir2 sedang bersiap jemput majikannya. Orang2 berlari memberikan bantuan.. Baju kering.. Aqua.. Bahkan security membuatkan teh panas manis.. Dan memaksa suami saya untuk minum... Pikiran saya bekerja.. Saya butuh pertolongan orang yg ahli.. Saya telp sabahat kami seorang dokter di JBE.. Saya ceritakan kronologis kejadian.. Beliau memandu saya untuk menusuk ujung jari suami dengan benda tajam.. Apapun (waktu itu kuku jari tangan saya) supaya suami saya terkejut dan membuat kesadaran tidak betul2 hilang2.. Ajak bicara terus.. Dan segera bawa ke rumah sakit terdekat... Pilihan cuma ada dua Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) atau Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK). Minta lakukan EKG..tensi darah.. Itu yang harus saya lakukan segera. Pilihan saya ke RSJHK karena arah ke selatan macet.

Sepanjang perjalanan.. Saya mengajak bicara terus.. Mengendorkan ikat pinggang.. Kami sampai di rumah sakit.. Kebetulan brankar sedang kosong, jadi saya
dibantu security rumah sakit tersebut mendorong ke UGD dengan kursi roda. Sampai di UGD suasana hiruk pikuk dan kebetulan hari itu UGD sangat penuh.. Suami saya ditolak.. Karena dilihat masih dapat duduk di kursi roda.. dianjurkan untuk ke poli umum saja.
Saya mengikuti saran ahli medis.. Saya antar suami ke poli umumnya dan sudah tutup, rasanya. sakit seperti tidak diperdulikan.
Tapi.. Allah itu maha penyayang,, CAMPUR TANGAN ALLAH mulai tampak nyata di hadapan saya.. Seorang dokter sudah senior tiba2 ada di hadapan saya (sepertinya selesai praktek) Beliau tanya Ada apa? Saya ceritakan apa yang terjadi.. Beliau mengajak saya kesebuah ruangan praktek dan mulai melakukan pemeriksaan lengkap.. Muka beliau sangat terkejut begitu membaca hasil EKG. Dunia bagai kiamat waktu beliau mengatakan "Suami Ibu terkena Serangan Jantung Koroner"! Harus segera penanganan intensif.. Saya mengatakan UGD penuh. Beliau katakan TIDAK ADA PILIHAN LAIN HARUS KE UGD SEKARANG JUGA.. Beliau membuat REKOMENDASI URGENT.. Katakan saja dari DR.AULIA SANI (ternyata beliau mantan Direktur RSJHK). Yang tadinya kami ditolak.. Kemudian diterima Di UGD walau harus dirawat di kamar yang betul2 penuh hari itu. Disitu melihat orang datang dengan keadaan sudah meninggal karena terlambat sampai di RS. Saat di UGD tidak pernah satu tenaga medis yg menanyakan jaminan apapun kepada saya (Ternyata ITULAH MOTO RS tersebut, Tindakan Dahulu........ Uang baru Nomor Berikutnya)

Dokter Aulia turun tangan langsung, didampingi dokter Robert dokter Jaga UGD saat itu.. Suamiku di tangani seksama.. 1 jam berkutnya aku dipanggil ke ruangan dokter2.. Disana sudah ada dokter Aulia & Robert..
Beliau menjelaskan kondisi suamiku yang sebenarnya.. Dan mereka bertanya apa yang terjadi 1 minggu kebelakang sebelum suamiku kena serangan jantung hari ini. Aku cerita rangkaian kejadian.. Beberapa Malam yang kami kira masuk angin...
Beliau katakan PADA MALAM2 ITU SEBENARNYA JANTUNG SUDAH TERKENA SERANGAN WALAUPUN RITME KECIL.. TAPI SUDAH ADA BEBERAPA KOMPONEN JANTUNG YANG MELEMAH.. hingga saat serangan dahsyat datang.. langsung mengganggu dan RUSAK..

Rupanya itu belum selesai.. Dokter minta saya berdoa banyak... 3 jam berikutnya adalah MASA PENENTUAN.. karena akan datang serangan KEDUA yang maha DAHSYAT sementara akibat dari serangan pertama.. ada pembuluh yang rusak..biasanya orang jarang selamat.. karena faktor TIDAK MENGERTI.. DAN TIDAK DITANGANI DENGAN TEPAT.
Mereka mengatakan FUNGSI JANTUNG suamiku untuk sementara diganti dengan MESIN PACU JANTUNG. Mudahan2 ini dapat membantu bertahan. (waktu serangan pertama, dada belum terasa sakit). kira2 jam 21.00 suamiku mengalami Serangan Jantung Kedua yang membuat denyut jantung berkisar 40.. (padahal normal 70) jam 11.00 suamiku langsung di masukan ke ICU karena kondisi kritis.. dada sakit hebat.. sesak tidak dapat bernafas..( pada saat itu aku hanya bisa menangis.. bingung.. sendiri)

Allah banyak membantu kami .. aku banyak bertemu orang yang senasib sepertiku.. yang mereka sudah ada di RS tersebut berbulan2 lamanya. Aku bertemu dokter2 hebat yang baik hati dan banyak memberi pertolongan penjelasan yang mudah aku mengerti.. dorongan dan suport dari semua teman keluarga dan sahabat dari luar daerah dan luar negeri yang membuat aku berkata "AKU HARUS KUAT..SUAMI MEMBUTUHKAN AKU & ANAK2 BUTUH AKU ")

Pasangan hidupku terbaring lama 20 hari di ICU dengan keadaan semakin drop,,, sementara dokter2 benar-benar mempersiapkan tindakan yg paling tepat. Hari ke 20 dipersiapkan katerisasi dipimpin Dr. Kaligis (tindakan medis mengalirkan cairan putih (kontras) ke dalam semua pembuluh jantung untuk mencari dimanakah sumber penyumbatan akibat KOLESTEROL dan pembalonan di lokasi penyumbatan diiringi pemasangan STAND / RING sesuai panjang sumbatan.(Tindakan seperti ini sangat MAHAL) hingga bila terjadi penyumbatan lebih dari tiga buah dokter2 menganjurkan untuk BY PAS yg kesempatannya fivety-fivety. (harga RECOVERY sebuah jantung sakit itu sama dengan harga sebuah rumah atau mobil mewah).

SAYANGILAH JANTUNG ANDA...

Tapi itu belum seberapa.... Pasangan hidup kita... akan memulai masa penyembuhan. ., dengan banyak memerlukan perhatian, makanan, kasih sayang yang lebih banyak dari semula.. kesabaran yang tak TERHINGGA.. karena mereka mulai sehat dengan proses kepercayaan diri yang hilang,,, dan sifat yang berubah
180 derajat, sangat sesintif dan mudah tersinggung. itu semua PROSES.. yang kita sebagai pasangan hidup tidak pernah tau kapan berakhirnya. ...anggap itu semua IBADAH.

SARANKU..

HINDARI MAKANAN DG LEMAK TINGGI .. .....

Sekali2 cobalah datang ke RSJHK.. disana terlihat pasien jantung koroner mulai di usia diatas 25 thn..

Diatas umur 30 kita sudah terkena resiko pengentalan darah. Perempuan jika masih haid terlindungi dari penyakit jantung karena memiliki HORMON.

Jika di masa subur wanita terkena sakit jantung.. itu adalah cacat bawaan seperti kebocoran KATUP & KLEP.

Berolah raga yang ringan saja... DIANJURKAn berjalan kaki pagi hari Ø 3 km atau berenang. Hindari olahraga yang menguras tenaga jika dari dulu kita bukan
pencinta olah raga tersebut. Olah raga yang menguras tenaga memacu ADRENALIN,

Makan banyak SAYUR dan BUAH untuk menghancurkan KOLESTEROL jahat di tubuh kita.

Hindari Rokok walaupun pasif....

Mulailah Hidup Sehat sebelum terlambat.. karena keluarga masih membutuhkan kita.

Insya Allah berguna dan bermanfaat.


Serangan Jantung dan kebiasaan Minum Air Panas/hangat....

Artikel ini berguna untuk semua.

Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi berhubungan dengan SERANGAN JANTUNG!!!!.
Secara logik...., mungkin ada kebenarannya. Orang-orang China dan Jepang mengamalkan minum teh panas sewaktu makan... dan bukannya air ES. Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas / hangat sewaktu menikmati hidangan!!!!
Kita tidak akan kehilangan apa-apa... malah akan mendapat faedah dari kebiasaan ini.
Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda baca. Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat fatal !!
Walau bagaimanapun, Air ES akan membekukan makanan berminyak yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita.
Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT.
Jalan terbaik...adalah untuk minum sup panas atau air PANAS/hangat selepas makan.


Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG!!!

Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa pada tangan sebelah kiri.

Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama serangan jantung.

Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60% pengidap SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur.
Marilah kita berwaspada dan berhati-hati.

Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup...
PAKAR SAKIT JANTUNG berkata, jika semua orang yang mendapat e-mail ini menghantar kepada 10 orang yang lain, beliau yakin akan dapat menyelamatkan satu nyawa. Baca ini.... ia juga mungkin dapat menyelamatkan nyawa anda!!!!.

**Jadilah teman yang setia dan teruskan menghantar artikel ini kepada teman-teman yang anda sayangi..... !!!!

copaz milist tetangga


Halaman :  [1]  2 


# 1 - Reply : 15.Jul.2009 14:25



Konradus Pedhu
 
Jakarta

Total post : 11

Artikel yang inspiratif, mari kita sehatkan jantung kita dengan kulit manggis XAMthone plus. www.xamthone.com. 085217998299 / 081213393263 penjualan online.

# 2 - Reply : 15.Jul.2009 22:20



Joni Ang
 
Bagansiapiapi

Total post : 247



Buku 1 ini cukup baik & perlu dibaca : THE HEART SPEAKS by Mini Guarneri M.D

Udah ada terjemahan bhs Indonesia : Dengarlah Jantung Anda Bicara, terbitan Serambi,

harga Rp.39.900,- bisa dapat di Gramedia



# 3 - Reply : 17.Jul.2009 07:22



Joni Ang
 
Bagansiapiapi

Total post : 247


Jantung tidak hanya melekat di dalam tubuh,tetapi juga di dalam kultur, tempat, dan waktu. Ketika semua mengetahui faktor risiko tradisional penyakit koroner yang diakibatkan oleh faktor fisik, seperti obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, merokok, diabetes, dan gaya hidup tak aktif. Tetapi faktor2 ini ternyata tidak ditemukan pada 50 persen dari pasien penyakit koroner. Kini kita tahu bahwa penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh faktor lain yang hampir tak kentara, seperti perasaan terasing, depresi, dan rasa permusuhan, yang berhubungan tak hanya dengan bagaimana cara kita hidup tetapi juga bagaimana kita menjalani hidup.
Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa rasa permusuhan lebih dapat menjadi faktor pemicu munculnya penyakit jantung dibandingkan dengan faktor tradisional seperti merokok dan kolesterol tinggi. Para peneliti menemukan bahwa serangan jantung, angina, atau gejala penyakit koroner lainnya lebih sering terjadi pada pria yang digolongkan memiliki rasa permusuhan dalam tes kepribadian dari pada mereka yang memiliki faktor resiko konvensional. Dan memang, satu2nya ukuran yang dapat memprediksi risiko penyakit jantung secara lebih akurat dibandingkan dengan rasa permusuhan hanyalah kadar HDL atau kolesterol "baik" yang rendah.!
Perasaan permusuhan--disertai depresi ringan atau sedang--pada pria sehat juga terbukti menaikkan kadar protein IL-6, zat pemicu peradangan yang mungkin terlibat dalam proses penebalan arteri.
Orang yang tingkat permusuhannya tinggi memberikan respons denyut jantung dan tekanan darah yang lebih mencolok jika ditempatkan dalam situasi yang memicu kemarahan. Mereka juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan perilaku berisiko, seperti merokok, makan berlebihan, dan tak berolahraga.
Hormon stres seperti kortisol dan epinefrin mencapai kadar puncak dalam situasi ketika orang merasa marah dan tak dapat mengendalikan keadaan hidupnya, sehingga menyebabkan naiknya kadar kolesterol dan gula darah.
Selain itu terdapat pula bukti bahwa orang yang marah kepada semua orang lebih mungkin terkena fibrilasi atrium, yakni abnormalitas denyut jantung yang bisa berbahaya.
Dari sudut pandang tubuh, sikap bermusuhan dan amarah dianggap sebagai bunyi lomceng yang mengingatkan tubuh untuk mempersiapkan diri menghadapi perkelahian. Jadi, ketika bersiap siap untuk beraksi, denyut jantung bertambah cepat; otot otot menjadi tegang; hormon stres dilepaskan; pandangan dan pendengaran menjadi akurat dan terfokus; dan seluruh tubuh berkontraksi. Reaksi ini biasanya berkurang setelah orang tak lagi merasa terancam. Namun orang yang pemarah dapat terus membawa bawa reaksi ini dalam kesehariannya, seperti belanga kemarahan yang kronis.
Emosi yang tertekan, atau emosi yang tidak kita sadari, tidak bergejolak diam-diam tanpa batas waktu tertentu, tetapi akan mewujudkan dirinya di tingkat fisik dan tergambar dalam tubuh sebagai gejala fisik. Berdasarkan pengalaman saya, jika tirai permusuhsan dan kemarahan ini diangkat, biasanya akan ditemukan semacam penderitaan emosional.

By Mimi Guarneri, M.D



# 4 - Reply : 17.Jul.2009 13:40



Tonie
[VM]
Jakarta

Total post : 207

Dari cerita bung admin di atas, kasus nya adalah serangan jantung koroner atau di kenal istilah keren "angin duduk"
Dapat terjadi pada siapa saja dan orangnya sebelumnya terlihat sehat-sehat.
Dan dapat meninggal dalam waktu 15 menit setelah serangan pertama jika tidak mendapat pertolongan dengan baik.

Selain itu ada penyakit jantung bawaan, yakni sudah ada sejak lain, atau cacat jantung bawaan, jenisnya antara lain:

A. ATRIAL SEPTAL DEFECT (ASD) = lubang di sekat serambi

Lubang ASD kini dapat ditutup dengan tindakan non bedah : Amplatzer
Septal Occluder (ASO), yakni memasang alat penyumbat yang dimasukkan
melalui pembuluh darah di lipatan paha. Namun sebagian kasus tak dapat
ditangani dengan metode ini, dan memerlukan pembedahan.

B. VENTRICULAR SEPTAL DEFECT (VSD) = lubang di sekat bilik

Pada VSD tertentu dapat ditutup dengan tindakan non bedah menggunakan
penyumbat Amplatzer, namun sebagian besar kasus memerlukan pembedahan.

C. PATENT DUCTUS ARTERIOSUS (PDA) = pembuluh penghubung aorta dan
pembuluh darah paru terbuka

PDA dapat ditutup dengan tindakan non bedah menggunakan penyumbat
Amplatzer Duct Occluder (ADO), bila PDA sangat besar tindakan bedah masih merupakn
pilihan utama. PDA pada bayi baru lahir yang premature dapat dirangsang
penutupannya dengan menggunakan obat Indomethacine.

Ref: http://www.amplatzer.com/

# 5 - Reply : 09.Aug.2009 22:08



Joni Ang
 
Bagansiapiapi

Total post : 247



Minggu, 09/08/2009 04:24 WIB

Kapten Espanyol Meninggal Dunia
Narayana Mahendra Prastya – detiksport

Coviciana - Espanyol tengah berduka menyusul kepergian kapten tim Daniel Jarque yang meninggal dunia akibat serangan jantung. Pemain itu ditemukan oleh rekan-rekannya meninggal di dalam hotel.

AFP pada Minggu (9/8/2009) dinihari memberitakan Jarque meninggal di sebuah hotel di Coviciana, Italia tempat tim menginap selama menjalani tur pra-musim di Negeri Pisa itu.

Pemain berusia 26 tahun itu diketahui oleh rekan-rekannya meninggal, setelah mereka menyadari sang kapten tidak muncul pada saat makan.

Espanyol melalui situs resminya mengkonfirmasi meninggalnya Jarque. "RCD Espanyol merasa sangat berduka. Kami mengajak Anda semua untuk berbagi dengan keluarga Dani Jorquera yang kini tengah berada dalam kesedihan."

Dalam situs resmi klub, Espanyol mengatakan bahwa Jarque sempat mendapatkan pertolongan medis. "Pertolongan medis dengan mengikuti prosedur CPR dan sebagainya telah dilakukan. Namun jantung pemain tidak memberikan respon dan akhirnya ia meninggal dunia."

Jarque dilahirkan pada 1 Januari 1983. Ia mengawali karirnya di tim yunior Espanyol pada tahun 1995. Enam tahun di sana, ia masuk tim senior di Espanyol B. Mulai tahun 2002, Jarque masuk tim senior Espanyol.

Pemain bernomor punggung 21 ini ditunjuk sebagai kapten Los Periquitos musim depan, menggantikan Raul Tamudo. Namun sayang, takdir sudah berkata lain. Selamat jalan, Jarque. ( nar / din )


# 6 - Reply : 10.Aug.2009 13:26



Joni Ang
 
Bagansiapiapi

Total post : 247



Riaupos.com Senin, 10 Agustus 2009 , 07:54:00
Perki Taja The 1st Cardilogy Uptade
Serangan Jantung, Penyakit Paling Mematikan


PEKANBARU (RP) -Penyakit jantung menempati urutan teratas penyakit paling mematikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini disebabkan banyaknya kasus penyakit jantung tidak terdeteksi sejak dini. Ini dikatakan Ketua Panitia The 1st Cardiology Update Dr Jajang Sinardja MD didampingi Ketua Persatuan Dokter Kardiologi Indonesia (Perki) Pekanbaru Pramudjo Abdulgani MD dan Humas acara Jim Anthonio MD menjawab Riau Pos, sebelum acara di Hotel Grand Elite, Sabtu (8/8).

Karenanya, ujar Jajang, Perki memandang perlu diadakan seminar yang akan membahas kasus-kasus penyakit jantung terkini bagi para dokter, agar mereka bisa lebih dini mengetahui penyakit yang diderita pasiennya. Terlebih mengingat penyakit jantung nyaris tidak memiliki gejala yang spesifik, terutama penyakit jantung koroner.

‘’Makanya banyak orang yang tidak menyadari jika mereka ternyata mengidap penyakit jantung koroner. Padahal ini merupakan penyakit jantung paling berbahaya, karena serangannya datang tiba-tiba. Jika pun yang bersangkutan bisa sembuh, tapi jantungnya tidak akan bisa kembali normal seperti sebelumnya,’’ ujar Jajang.

Mengingat tidak adanya gejala khusus selain sering sesak, berdebar-debar, dan cepat lelah, Jajang menyarankan agar setiap orang rutin memeriksakan diri ke dokter. Terlebih bagi yang telah berusia di atas 40 tahun.‘’Bahkan saat ini, penyakit jantung bisa menyerang orang-orang yang lebih muda. Jadi tidak ada salahnya juga mulai memeriksakan diri di usia 30-an, bahkan 20-an. Sebab, usia juga bukan jaminan terbebas dari penyakit jantung, apalagi jika yang bersangkutan memiliki gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kurang istirahat, dan stres,’’ tuturnya.

Acara ini diikuti sekitar 400 dokter umum dari seluruh Riau, mahasiswa kedokteran, dan para dokter jantung maupun ahli penyakit dalam. Serta menghadirkan ahli jantung dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Batam.

‘’Kami sengaja mengundang dokter umum, agar mereka juga mengetahui penyakit jantung secara umum. Apalagi di Pekanbaru saat ini cuma terdapat empat dokter ahli jantung. Jumlah yang sangat jauh dari memadai. Karenanya semua dokter memang mestinya mengetahui kasus-kasus penyakit jantung, maupun penanganannya sejak dini, agar pengobatan bisa dilakukan lebih cepat,’’ lanjutnya.(tie)


# 7 - Reply : 10.Aug.2009 22:30



amei
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 76

yang terpentig hindari merokok..bagi yang pasif ( mgkn teman or keluarga) lebih berbahaya daripada yang merokok..bau rokok bisa ada dibaju, badan,rambut, segala bagian tubuh..jadi hati2 bagi yang merokok, mandilah dulu baru gendong anak kecil...

# 8 - Reply : 11.Aug.2009 09:56



Joni Ang
 
Bagansiapiapi

Total post : 247



Selasa, 11/08/2009 09:17 WIB
Jantung Wanita Lebih Sehat Karena Sikap Optimistis
Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Ternyata wanita yang menanamkan pemikiran optimistis bisa hidup lebih lama dan sangat kecil kemungkinan terkena penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang hidupnya suram dan pesimistis.

Peneliti menemukan sekitar lebih dari 97.000 wanita di Amerika Serikat yang berusia antara 50 sampai 79 tahun, yang menanamkan pemikiran optimistis didapatkan 14 persen baru akan meninggal 8 tahun lebih lama dibandingkan dengan wanita pesimistis. Selain itu juga 9 persen lebih sedikit mengalami penyakit jantng kororner dan 30 persen lebih sedikit meninggal karena komplikasi jantung.

Hal ini berarti 43 kasus dari 10.000 wanita optimistis mengalami penyakit jantung tapi 60 kasus dari 10.000 wanita pesimis mengalami penyakit jantung. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Circulation.

Beberapa penelitian juga semakin menguatkan bahwa wanita yang pesimisti, mudah marah dan sering bermusuhan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

"Hal ini sangat mungkin bahwa optimistis bisa memberikan efek secara langsung untuk membantu menolak berbagai penyakit," ujar Dr. Hilary A. Tindle, seorang asisten profesor kedokteran di University of Pittsburgh, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/8/2009).

Sikap yang mempengaruhi seperti pengaruh gugup, sistem imun ataupun sistem hormon merupakan beberapa hal yang bisa mempengaruhi timbulnya masalah kesehatan.

Dengan kata lain optimisme bisa membuat seseorang memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Tindle mengatakan kebanyakan wanita yang optimistis lebih sedikit mengkonsumsi rokok atau menderita obesitas, dan rata-rata memiliki tekanan darah tinggi, diabetes dan kadar kolesterol yang rendah.

Agar bisa hidup lebih lama lagi dan memiliki jantung yang sehat, tidak ada salahnya untuk menanamkan pemikiran optimis. Dan setiap orang bisa berubah, serta hal ini juga bisa berlaku bagi laki-laki.

# 9 - Reply : 27.Aug.2009 13:15



Joni Ang
 
Bagansiapiapi

Total post : 247



Kamis, 27/08/2009 10:52 WIB
Pasien Serangan Jantung Bisa Tertolong Lebih Cepat
Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Saat ini banyak pasien penyakit jantung yang gagal mendapatkan pertolongan, karena lamanya proses diagnosis yang harus dilakukan. Kini ditemukan cara baru untuk bisa mendeteksi serangan jantung lebih cepat dan lebih akurat dengan menggunakan pemeriksaan ultrasensitif troponin dalam darah.

Tes darah dengan detektor ultrasensitif terbaru bisa dengan cepat mendeteksi ketika ada otot jantung yang hampir mati akibat serangan jantung, meskipun saat pasien baru memasuki ruang gawat darurat.

Jika menggunakan tes yang terdahulu, membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengetahui kadar zat kimia troponin jantung di dalam darah sehingga memperlambat diagnosis dan pertolongan. Tapi dengan tes terbaru pengukuran bisa bekerja lebih cepat dan lebih akurat.

Dengan menggunakan tes yang lebih cepat maka bisa menyelamatkan nyawa seseorang, menghemat uang dan membantu dokter untuk cepat memutuskan tindakan jika pasien yang mengalami serangan jantung tidak menunjukkan gejala apapun.

"Penghematan uang ini dihubungkan dengan lebih cepatnya proses diagnosis dan keakuratannya yang merupakan indikator penting dalam pemeriksaan," ujar Dr. Tobias Reichlin dari University Hospital Basel di Switzerland yang melaporkan dalam New England Journal of Medicine, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/8/2009).

Pemeriksaan sebelumnya menggunakan elektrokardiogram, yang mengukur aktivitas elektrik dari jantung dan tes troponin jantung yang akan melepaskan suatu protein ke jantung dan merupakan pemeriksaan terbaik untuk serangan jantung. Tapi hal ini membutuhkan waktu yang lama agar bisa mendapatkan kadar troponin dalam darah yang cukup untuk diukur.

Dengan pemeriksaan terbaru ini, didesain generasi terbaru untuk deteksi troponin dengan menggunakan detektor ultra sensitif sehingga bisa lebih cepat dideteksi. Peneliti melakukan penelitian terhadap 718 pasien, dan menemukan bahwa pasien yang diperiksa dengan menggunakan deteksi ultrasensitif troponin lebih terdeteksi dengan cepat dan bisa segera diberikan pertolongan.

"Pemeriksaan ini bisa dikembangkan lebih luas lagi untuk diagnosis awal mengenai myocardial infarction akut, terutama untuk pasien yang sering memiliki keluhan dengan sakit dada," ujarnya.

Dengan pemeriksaan yang menggunakan deteksi ultrasensitif untuk troponin, diharapkan akan banyak pasien penyakit jantung yang bisa ditolong. Karena dengan lebih akuratnya pemeriksaan dalam diagnosis sehingga dokter bisa memberikan pertolongan yang lebih cepat untuk pasien.


# 10 - Reply : 19.Nov.2009 17:22



Joni Ang
 
Bagansiapiapi

Total post : 247



Kamis, 19/11/2009 15:20 WIB
Waktu Kritis Serangan Jantung

Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Serangan jantung bisa terjadi kapan dan dimana pun, bahkan saat orang tersebut sedang duduk santai atau berjalan-jalan. Banyak orang yang meninggal karena terlambat memberikan pertolongan. Untuk itu, sebaiknya ketahui dengan pasti berapa lama waktu yang tersedia untuk melakukan pertolongan terhadap pasien serangan jantung.

"Waktu kritis (time window) yang dimiliki oleh pasien serangan jantung untuk segera diberikan pertolongan adalah 90 sampai 120 menit setelah serangan terjadi,' ujar Prof. Dr. dr Teguh Santoso, SpPD, KKV, SpJP, FIHA, FACC, FESC dalam acara seminar pengobatan penyakit jantung koroner dengan teknik 'Sequent Please', di RS Medistra, Jakarta, Kamis (19/11/2009).

Teguh mengungkapkan waktu tersebut sudah termasuk perjalanan dari rumah ke rumah sakit, jalan macet hingga memutuskan pertolongan apa yang harus diambil terhadap pasien. Keberhasilan dari pertolongan serangan jantung ini juga tergantung dari berapa banyak daerah yang mengalami penyumbatan. Semakin sedikit daerah yang tersumbat maka kemungkinan sembuhnya lebih besar.

"Untuk pertolongan pertama pasien serangan jantung bisa dibantu dengan memberikan obat aspirin secara dikunyah, karena obat ini akan bekerja lebih cepat. Aspirin ini berguna untuk membantu mengencerkan darah," ungkap Teguh.

Penyakit jantung koroner atau serangan jantung merupakan penyakit yang paling banyak mengakibatkan kematian mendadak. Menurut data WHO hingga tahun 2008, penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian utama yaitu sebesar 12,2 persen atau sekitar 7,2 juta kematian di seluruh dunia.

Serangan jantung itu sendiri disebabkan oleh adanya aterosklerosis yaitu pengerasan pembuluh darah karena adanya kerak yang menempel. Kerak tersebut makin lama makin menumpuk yang bisa menyumbat saluran pembuluh darah koroner sehingga mengakibatkan orang menjadi cepat capek dan sesak nafas.

"Pasien yang mengalami serangan jantung biasanya merasakan nyeri di sekitar tulang dada bagian tengah dan rasa nyerinya ini menjalar hingga ke leher dan lengan sebelah kiri," ujar pakar kardiologi intervensi dan penyakit dalam ini.

Nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Berbagai penelitian menunjukkan nyeri dada pada serangan jantung bisa mengakibatkan beberapa organ dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik.

Serangan jantung yang bisa mengakibatkan kematian mendadak biasanya disebabkan oleh tertutupnya pembuluh darah secara total. Rata-rata pasien serangan jantung yang meninggal oleh keterlambatan pertolongan, beratnya serangan yang terjadi dan masalah kemampuan pasien untuk operasi.



Halaman :  [1]  2 

 



BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE