Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

FORUM : IPTek & Hobby Photography

 Topic umum : Mari belajar teknik dasar photography
    Share


Moderator : MonMonCK47

Topic Created : 23.Jul.2009 20:48    View : 90899    



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

Kalau kemarin kita sudah mengenal camera DSLR dan bagaimana cara bekerjanya, kali ini kita akan belajar beberapa pengetahuan dasar photography dengan menggunakan camera DSLR. Menfoto dengan camera DSLR tidaklah jauh beda dengan menfoto dengan camera compact/ point and shoot camera. Ibarat mobil yang memiliki transmission automatic, compact camera / point and shoot memilikki setting cahaya yang sudah diatur otomatis. Sedangkan camera DSLR memilikki setting cahaya dan lainnya yang bisa kita atur secara manual maupun otomatis.

Kalau sudah ada yang auto, kenapa harus pusing dengan setting secara manual?
Kalau anda mengharapkan foto yang anda jepret itu jelas, warnanya bagus, pixelnya tinggi, ya, fungsi auto sudah cukup kok,, kenapa pusing2… Tetapi kalau anda pengen memberikan sentuhan yang berbeda, membuat foto kita kelihatan beda dari yang lain, membuat foto menjadi sesuatu tidak bisa terlihat dengan mata manusia, maka anda harus melakukan setting secara manual,

Pernah complain dengan foto yang anda ambil itu blur(tidak jelas)? Warnanya tidak memuaskan? Lightingnya kelihatan aneh? Ada beberapa situasi, fungsi automation setting tidak bisa memberikan hasil yang terbaik, kalau anda menguasi teknik mengatur sendiri pengcahayaan, well, problem solved..


Three Main Gateway

Kalau kita belajar matematika, kita akan memulai dengan 4 dasar yaitu, +,-,x,/, di photography, kita memulai dengan 3 dasar mengatur cahaya yang masuk ke sensor ataupun lebih dikenal dengan three gateway of light, three methodology, dll. Ketiga hal itu adalah Shutter Speed, Aperture, dan ISO Speed (Sensitivitas Sensor terhadap cahaya)

Shutter Speed adalah kecepatan tirai penutup sensor. Semakin lambat tirainya bergerak, semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor,. Shutter speed yang tinggi bisa menangkap object yang bergerak cepat dengan jelas, misalnya mobil yang bergerak, sedangkan shutter speed yang lambat, bisa merekam gambar dengan lambat, sedangkan benda yang bergerak bisa kelihatan motion-nya . Untuk pemahaman cahaya yang masuk melewati kecepatan shutter, kita bisa memakai analogi jendela dan pintu jendela. Ketika kita menekan tombol shutter, pintu jendela ini akan membuka, dan menutup kembali. Ketika pintu jendelanya dibuka secara lambat, cahaya yang masuk melewati kedalam ruangan semakin banyak daripada pintu yang dibuka dengan kecepatan tinggi.



Aperture adalah lubang cahaya yang masuk ke sensor. Ukuran aperture ditentukan oleh sebuah alat yang bernama diaphragm. Cahaya yang masuk masuk dari lens, bergerak melewati aperture sebelum masuk ke sensor. Fungsi sebenarnya ukuran besar kecilnya aperture adalah untuk mengatur kedalaman ketajaman gambar. Aperture yang kecil mempunyai ketajaman yang lebih dalam sedangkan aperture yang besar memiliki kedalaman yang tidak dalam, sehingga object yang berada diluar dari kedalamanan akan kelihatan kabur. Bagaikan mainan laser, semakin kecil lubang cahaya laser, maka semakin jauh laser bisa memantulkan cahaya, dan semakin lebar lubang cahaya, maka semakin tidak jauh laser bisa memantulkan cahayanya. Kita bisa mengunakan kembali analogi jendela dan pintu jendela diatas untuk pemahaman pengaturan cahaya lewat aperture. Kalau kecepatan pintu jendela membuka dan menutup kembali itu adalah shutter speed, maka jendela itu sendiri adalah aperture karena cahaya memasuki sensor lewat jendela itu. Semakin lebarnya jendela maka otomatis cahaya yang masuk lebih banyak dan begitu juga sebaliknya.



Satu hal yang akan selalu membingungkan pemula adalah besar aperture bukan ditentukan besar f number,, tapi sebaliknya. misalnya f 2.8 adalah aperture besar sedangkan f22 adalah aperture kecil..

Aperture Besar (f/5.6)


Aperture Kecil (f32)


Kombinasi antara shutter speed dan aperture adalah kunci untuk menentukan sebuah gambar itu memliki exposure yang tepat. Ketika berada di tempat yang terang seperti outdoor, kita bisa menggunakan shutter speed yang tinggi dengan aperture yang tinggi untuk mengurangi cahaya yang berlebihan masuk kedalam sensor supaya hasil dari foto tidak terlalu terang. Sedangkan ketika berada ditempat tidak terlalu terang seperti indoor, kita bisa menggunakan Aperture yang besar dan Shutter speed yang lambat. Namun shutter speed yang lambat sangat sensitive dengan pergerakan camera. Kamera yang bergerak saat shutter speed lambat berjalan akan menyebabkan gambar yang kabur. Di situasi seperti ini, penggunaan Tripod (alat tempat camera berdiri) atau kecepatan ISO bisa menjadi solusi.

ISO Speed adalah sensitivitas sensor terhadap cahaya. Penggunaan ISO yang tinggi bisa membantu sensor menrespon cahaya dengan lebih cepat, namun semakin tinggi ISO, akan menimbulkan noise. Noise membuat gambar kelihatan tidak jernih,.

three main gateway

Dengan kombinasi tiga pintu masuk cahaya, kita bisa mengatur settingan cahaya sesuai situasi dan kebutuhan kita dimana fungsi Auto kadang tidak bisa melakukannya dengan benar. Kalau kita melihat object lewat viewfinder yang merupakan refleksi dari cermin, bagaimana kita mengetahui sebuah settingan itu over exposure atau kekurangan cahaya. Biasanya di Viewfinder ada meteran cahaya untuk kita mengatur exposure yang tepat. Begitu juga kalau melakukan live view dari lcd secara langsung,, ada sebuah meter kecil terletak bagian bawah lcd atau bagian atas.



Masih banyak settingan dan teknik, kita akan membahas lebih lanjut disambungan topik ini.

Gambar diambil dari Wikipedia, www.imaging-resource.com, Enjoy! Discover the real joy of photography,


Halaman :  [1]  2  3  4  5  6  7  8 


# 1 - Reply : 23.Jul.2009 20:57



Santana Perwira
[VM]
Jakarta

Total post : 641

wew.... kita tunggu pelajaran lanjutannya.


bagaimana cara memotreat ceweq cantik tanpa grogi, sehingga gambarnya tidak blur ?



# 2 - Reply : 23.Jul.2009 21:00



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

quote komentar : Santana Perwira - Tgl : 23.Jul.2009 20:57
wew.... kita tunggu pelajaran lanjutannya.

bagaimana cara memotreat ceweq cantik tanpa grogi, sehingga gambarnya tidak blur ?



wkwkkw,,, itu kayaknya perlu pakar psikologis,,, supaya gak grogi didepan cewek..

# 3 - Reply : 24.Jul.2009 23:25



rudydarwin
[VM]
Jakarta

Total post : 1103

Wew.. Gw jd pengen beli DSLR nih...
Dua hari yg lalu kalo ga salah di Kompas juga ada tutorial utk foto2 air yg menggunakan tripod, slow shutter speed dan diafragma rendah. Jadi pengen bisa mengambil sendiri foto2 yg keren spt di majalah. More tutorial bro...

# 4 - Reply : 25.Jul.2009 07:00



Santana Perwira
[VM]
Jakarta

Total post : 641

quote komentar : rudydarwin - Tgl : 24.Jul.2009 23:25
Wew.. Gw jd pengen beli DSLR nih...
Dua hari yg lalu kalo ga salah di Kompas juga ada tutorial utk foto2 air yg menggunakan tripod, slow shutter speed dan diafragma rendah. Jadi pengen bisa mengambil sendiri foto2 yg keren spt di majalah. More tutorial bro...



bro Rudydarwin, tahan dulu keinginan beli kamera DSLR, single lens reflex akan segera diganti dengan sistem direct capture lens, tanpa reflex cermin lagi.
Kamera digital single Lens akan mengalami perkembangan luar biasa pada system Lensa dan pembesarannya, karena ruang kosong pada cermin reflex akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan lensa.

juga, sistem kamera baru ini harganya lebih murah ( karena sudah tidak perlu komponen cermin reflex tsb )

sabar saja dulu,
kalau masih ingin memotret DSLR, pinjam dulu punya saya

# 5 - Reply : 25.Jul.2009 07:05



Anton Hung
[VM]
Jakarta

Total post : 1902

quote komentar : Santana Perwira - Tgl : 23.Jul.2009 20:57
wew.... kita tunggu pelajaran lanjutannya.


bagaimana cara memotreat ceweq cantik tanpa grogi, sehingga gambarnya tidak blur ?



wah soal mental baju yg 1 ini, bro santana memang sudah ahlinya... malahan kita semua harus berguru sm bro santana nih...

# 6 - Reply : 27.Jul.2009 19:54



Santana Perwira
[VM]
Jakarta

Total post : 641

-
mari kita lanjutkan pelajarannya.

silakan, bro CK.

We're listening


# 7 - Reply : 28.Jul.2009 14:20



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

quote komentar : Santana Perwira - Tgl : 25.Jul.2009 07:00

bro Rudydarwin, tahan dulu keinginan beli kamera DSLR, single lens reflex akan segera diganti dengan sistem direct capture lens, tanpa reflex cermin lagi.
Kamera digital single Lens akan mengalami perkembangan luar biasa pada system Lensa dan pembesarannya, karena ruang kosong pada cermin reflex akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan lensa.

juga, sistem kamera baru ini harganya lebih murah ( karena sudah tidak perlu komponen cermin reflex tsb )

sabar saja dulu,
kalau masih ingin memotret DSLR, pinjam dulu punya saya


saya rasa kalaupun jenis baru ini beredar dalam waktu dekat misalnya 1-2 tahun kedepan, saya rasa harganya juga belum terjangkau untuk end user seperti kita.. komponen yang mahal dari DSLR adalah lens-nya, bukan system reflex cerminnya. saya rasa model reflex cermin atau tanpa reflex cermin tidak akan berpengaruh banyak ke harga, kecuali ada perubahan yang signifikan untuk lensa lensa camera system baru ini.

lagian kalaupun camera baru ini sudah beredar 2-3 tahun, saya rasa life-cyclenya DSLR tidak akan mati begitu saja. System Single Lens Reflex sudah ada sejak jamannya SLR 35mm puluhan tahun yang lalu, bahkah banyak photographer pro yang masih memakai jenis ini. so saya rasa DSLR masih akan mendominan untuk jangka waktu yang panjang kedepan..

# 8 - Reply : 28.Jul.2009 14:26



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

quote komentar : rudydarwin - Tgl : 24.Jul.2009 23:25
Wew.. Gw jd pengen beli DSLR nih...
Dua hari yg lalu kalo ga salah di Kompas juga ada tutorial utk foto2 air yg menggunakan tripod, slow shutter speed dan diafragma rendah. Jadi pengen bisa mengambil sendiri foto2 yg keren spt di majalah. More tutorial bro...


Lebih dari seminggu yang lalu, ketika gua lagi menunggu hujan yang tiada henti dibatam, gua pernah menfoto gambar2 tetesan air hujan dengan shutter speed berbeda. karena tidak memilikki tripod, maka gua ambil kursi sebagai penahan goyangan

2 gambar dengan object dan focal length yang sama, tapi beda aperture dan shutter speed

IMG_2231
karena suasana yang tidak begitu terang, gua harus besarkan aperture dan tinggikan ISO speed, untuk menyeimbangkan dengan shutter speed yang bisa menangkap tetesan air hujan dengan jelas. foto ini diambil dengan shutter speed 1/160 detik, aperture f6.3, dan ISO speed 800

IMG_2229
untuk megambil motion picture seperti diatas ini, tripod sangat diperlukan,, sebagai alternatif untuk tripod, gua memakai kursi sebagai penyeimbang. kenapa tripod sangat diperlukan? untuk mengambil foto ini, perlu shutter speed yang sangat lambat, supaya bisa menangkap gerakan object yang menjadi motion. karena shutter speed yang lambat, maka pergerakan camera atau camera shake sangat sensitif.. tangan manusia tidak mampu memegang camera dengan mati tidak bergerak. jadi sangat membutuhkan sandaran atau alat berdiri (tripod).

foto ini diambil dengan shutter speed 2.5 detik, aperture f40, ISO 100. kenapa aperturenya gede dan ISOnya rendah? karena dengan speed 2.5 detik, cahaya yang masuk kedalam sensor terlalu banyak, jadi lubang diapragma harus dikecilin supaya gambar tidak over exposure

# 9 - Reply : 29.Jul.2009 06:28



Santana Perwira
[VM]
Jakarta

Total post : 641

bro,

kalau sempat, tampilkan foto untuk ISO 3200 dan expanded ke 6400.

penasaran banget nih!

# 10 - Reply : 29.Jul.2009 19:45



rudydarwin
[VM]
Jakarta

Total post : 1103

quote komentar : Santana Perwira - Tgl : 25.Jul.2009 07:00
quote komentar : rudydarwin - Tgl : 24.Jul.2009 23:25


sabar saja dulu,
kalau masih ingin memotret DSLR, pinjam dulu punya saya


Bro Santana, gw terharu nih. Barang mahal gitu mau dipinjamkan ke gw... Gw ga ebrani tapi gw terharu banget. Thanks...

Bro Santana kan juga punya perangkat sendiri. Share juga dong hasilnya...


Halaman :  [1]  2  3  4  5  6  7  8 

 



BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE