Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

FORUM : Sesama BON-er BON Lounge

 Topic umum : di Jepangyakuza yg dikenal sadis pun turun tangan tuk membantu korban dan menjaga keamanan
    Share


Moderator : MonMonMeery Ciangdratina

Topic Created : 19.Mar.2011 00:31    View : 6670    



willy.S.kom.bw
[VM]
Jakarta

Total post : 828

Siapapun tergerak untuk membantu Jepang melewati masa-masa krisis pascagempa dan tsunami dahsyat Jumat pekan lalu. Tak terkecuali organisasi kejahatan paling populer di negeri itu Yakuza.

Sejauh yang diberitakan di media massa dua organisasi Yakuza Jepang yang turun tangan membantu para korban gempa dan tsunami. Keduanya adalah Sumiyoshi-kai dan Inagawa-kai.

Sumiyoshi-kai mengumumkan dalam akun twitter mereka bahwa mereka akan menyediakan bantuan bagi korban bencana gempa dan tsunami. Mereka menyediakan makanan gratis dan membuka sejumlah markas di distrik-distrik tertentu sebagai tempat penampungan demikian seperti dikutip dari laman japansubculture.com.

Penjelasan lebih rinci disampaikan oleh Jake Adelstein pengarang buku Tokyo Vice yang juga wartawan Amerika Serikat saat diwawancarai Slate. menurut Adelstein Sumiyoshi-kai mengklaim sudah memberikan bantuan kemanusiaan sebanyak 40 ton ke seluruh wilayah yang terkena bencana dan ini perkiraan minimal bantuan kata Adelstein.

Bahkan sambung Adelstein satu kelompok Yakuza juga membuka markas mereka di Tokyo sebagai tempat mengungsi warga Jepang dan warga asing yang tidak bisa pulang karena lumpuhnya transportasi publik.

Ada tiga kelompok Yakuza terbesar di Jepang yang memiliki pengikut puluhan ribu hingga ratusan ribu orang. Yang paling besar adalah Yamaguchi-gumi kemudian Sumiyoshi-kai dan Inagawa-kai. Ketiganya kerap bertikai dan saling bunuh namun gempa dan tsunami sejenak menyatukan mereka dan menyingkirkan kepentingan bisnis miliaran dolar AS mereka.

Yamaguchi-gumi memiliki 55 ribu anggota dan ribuan lain simpatisan. Didirikan sejak sebelum Perang Dunia II oleh Harukichi Yamaguchi yang memanfaatkan buruh kapal di Kobe. Jaringannya di dunia hitam Jepang sangat luas mencapai 45 persen. Organisasi ini juga termasuk yang terkaya di dunia gangster. Mereka menguasai bisnis prostitusi narkoba real estate konstruksi pasar modal internet senjata dan judi.

Sumiyoshi-kai memiliki anggota 20 ribu orang. Didirikan pada 1958 oleh Sigesaku Abe. Sementara Inagawa-kai memiliki anggota sekitar 15 ribu orang. Didirikan pada 1945 di Yokohama oleh Kakuji Inagawa anggota organiassi ini kebanyakan adalah penjudi.

Menurut Adelstein ketika gempa ini pun para anggota Yakuza tidak ada yang menjarah barang-barang berharga. Sebaliknya mereka ikut membantu polisi menjaga keamanan. Ketiga Yakuza ini bersatu membuat pasukan untuk berpatroli menjaga aset mereka dan mengawasi agar tidak ada toko yang dijarah dan dirampok katanya.

Bukan kali ini Yakuza ikut membantu warga Jepang. Ketika Kobe diguncang gempa dahsyat 1995 Yamaguchi-gumi pun turun tangan. Mereka membagi-bagikan bantuan 8.000 paket makanan per hari di lokasi bencana air bersih dan pakaian bersih.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/03/18/170565-yakuza-pun-turun-tangan-membantu-korban-dan-menjaga-keamanan


Halaman : total 1 hal.


# 1 - Reply : 19.Mar.2011 00:35



willy.S.kom.bw
[VM]
Jakarta

Total post : 828

versi standar

# 2 - Reply : 19.Mar.2011 00:40



willy.S.kom.bw
[VM]
Jakarta

Total post : 828

versi kartun/game

# 3 - Reply : 19.Mar.2011 00:42



willy.S.kom.bw
[VM]
Jakarta

Total post : 828

versi anak koci

# 4 - Reply : 19.Mar.2011 00:42



willy.S.kom.bw
[VM]
Jakarta

Total post : 828

versi hot sedikit

# 5 - Reply : 19.Mar.2011 00:42



willy.S.kom.bw
[VM]
Jakarta

Total post : 828

bonus
versi bb

# 6 - Reply : 19.Mar.2011 09:43



Anton Hung
[VM]
Jakarta

Total post : 1906

irit gk perlu beli baju....

# 7 - Reply : 20.Mar.2011 22:31



David Chen
[VM]
Jakarta

Total post : 1038

ahhhh aje gile tatoo-nya huahuahauhauhau

btw selalu butuh "hentakan" buat persatuan..

# 8 - Reply : 21.Mar.2011 14:24



Anton Hung
[VM]
Jakarta

Total post : 1906

jepang sekarang masih memiliki semangat patriotik jepang yang dulu. salut !!


kompas.com
PESAN-PESAN memilukan dikirim para pekerja yang mencoba untuk mencegah bencana nuklir skala penuh di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang bermasalah di Jepang. Pesan-pesan itu mengungkapkan, mereka tahu betul bahwa mereka sedang menjalankan misi bunuh diri.

Seorang dari mereka, yang disebut sebagai Fukushima Fifty, mengatakan, mereka menerima dengan tabah nasib mereka seperti suatu hukuman mati. Seorang yang lain, setelah menyerap dosis radiasi yang hampir mematikan, mengatakan kepada istrinya, "Tolong terus lakoni hidup dengan baik, untuk sementara saya tidak bisa pulang."

Tingkat radiasi di pintu masuk PLTN itu berada pada level yang akan langsung membunuh para pekerja atau menyebabkan mereka menderita penyakit mengerikan dalam sisa hidup mereka. Para ahli mengatakan, pakaian kedap udara yang mereka kenakan hanya sedikit bisa menghentikan paparan radiasi.

Harian Inggris, The Dailymail, akhir pekan lalu melaporkan, kelompok Fukushima Fifty (Limapuluh Orang Fukushima) itu tetap bertahan setelah 700 rekan mereka melarikan diri saat tingkat radiasi menjadi terlalu berbahaya. Identitas mereka belum terungkap, tetapi para ahli mengatakan, mereka sepertinya para teknisi garis depan dan petugas pemadam kebakaran yang sangat mengetahui pembangkit itu.

Diperkirakan, kebanyakan dari mereka adalah laki-laki paruh baya yang menjadi sukarelawan karena mereka sudah memiliki anak—pekerja muda mungkin akan menjadi tidak subur oleh dosis radiasi yang tinggi. Mereka disebut Fukushima Fifty, tetapi sesungguhnya kelompok itu berjumlah 200 orang yang bekerja empat shift secara bergiliran. Mereka bekerja untuk menghidupkan kembali sistem pendingin reaktor Fukushima yang rusak akibat hantaman tsunami.

Jumat lalu, pesan-pesan menyayat hati mereka kepada keluarganya dipublikasikan televisi nasional Jepang yang telah mewawancarai kerabat mereka. Seorang anggota keluarga mereka berkata, "Ayah saya masih bekerja di pembangkit itu. Dia mengatakan, dia menerima nasibnya, seperti sebuah hukuman mati." Seorang perempuan mengatakan, suaminya yang berada di pembangkit itu terus bekerja dan sepenuhnya menyadari ia sedang dibombardir radiasi.

Perempuan yang lain mengatakan, ayahnya yang berusia 59 tahun secara sukarela mengajukan diri untuk tugas di Fukushima. Ia menambahkan, sebagaimana dikutip Dailymail, "Saya mendengar bahwa ia secara sukarela meskipun ia akan pensiun dalam waktu setengah tahun dan mata saya jadi penuh dengan air mata. Di rumah, ia tidak tampak seperti seseorang yang bisa menangani pekerjaan besar. Tapi hari ini, saya benar-benar bangga padanya. Saya berdoa agar dia kembali dengan selamat."

Gadis lain yang ayahnya bekerja di reaktor Fukushima itu berkata, "Saya tidak pernah melihat ibu saya menangis begitu kencang." Dia menulis di Twitter, "Orang-orang di pembangkit itu berjuang, mengorbankan diri mereka untuk melindungi Anda. Semoga Ayah kembali dalam keadaan hidup."

Dari semua mereka yang bertahan di pembangkit itu, lima diantaranya diketahui meninggal dan dua hilang. Sedikitnya 21 orang lainnya terluka. Seorang pekerja perempuan yang mengaku bertugas di reaktor Fukushima Nomor 2 saat tsunami melanda telah mem-posting di akunnya di internet tentang apa yang terjadi.

Michiko Otsuki, yang sejak saat itu mencari perlindungan, menulis pada sebuah situs jejaring sosial Jepang yang diterjemahkan The Straits Times sebagai berikut: "Di tengah suara alarm tsunami pada pukul 03.00 pada malam hari ketika kami tidak bisa melihat ke mana kami pergi, kami terus bekerja untuk memulihkan reaktor-reaktor di tempat kami, yang berada tepat di tepi laut, dengan kesadaran bahwa ini bisa berarti kematian. Mesin yang mendinginkan reaktor itu betul-betul berada di tepi laut, dan hancur oleh tsunami. Setiap orang bekerja mati-matian untuk mencoba memulihkannya."

"Memerangi kelelahan dan perut kosong, kami menyeret diri kembali bekerja. Ada banyak yang belum dapat berhubungan dengan anggota keluarga mereka, tetapi menghadapi situasi ini dan bekerja keras."

Dr Michio Kaku, seorang ahli fisika teoritis, mengatakan kepada jaringan televisi AS, ABC, bahwa situasi telah memburuk dalam hari-hari terakhir. "Kami berbicara tentang para pekerja yang masuk ke reaktor itu mungkin sebagai misi bunuh diri," katanya.

Michael Friedlander, yang telah bekerja di manajemen krisis di pembangkit nuklir yang sama di Amerika, menambahkan, para pekerja mungkin makan ransum militer dan minum air dingin untuk bertahan hidup. "Di tengah rasa dingin, gelap, dan Anda melakukan hal itu sambil mencoba untuk memastikan Anda tidak mencemari diri Anda saat Anda sedang makan," katanya.

"Saya dapat memberitahu Anda dengan kepastian 100 persen bahwa mereka benar-benar berkomitmen untuk melakukan apa pun yang secara manusiawi perlu untuk membuat pembangkit itu berada dalam kondisi aman, bahkan dengan risiko hidup mereka sendiri."


Halaman : total 1 hal.

 



BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE