Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

FORUM : Diskusi Umum Sharing . . .

 Topic umum : Persahabatan Antar-Suku yang Indah
    Share


Moderator : MonMon,

Topic Created : 01.Jan.1970 00:00    View : 1717    



Suryanto Tan
[VM]
Lainnya

Total post : 206


Halaman : total 1 hal.


# 1 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Suryanto Tan
[VM]
Lainnya

Total post : 206

Saya sering geleng-geleng kepala melihat begitu rapuhnya hubungan antar suku di Indonesia. Masalah kecil saja cenderung akan memicu pertengkaran hebat, hingga kerusuhan.

Bagansiapiapi adalah contoh menarik tentang kehidupan yang majemuk. Sejarah mencatat bahwa warga bagansiapiapi beberapa kali telah mengalami masa-masa krisis hubungan antar suku (baik sebelum dan sesudah jaman kemerdekaan). Tidak hanya hubungan antara masyarakat Tiong Hoa dan Melayu, masyarakat Batak pun tidak luput dari permasalahan seperti ini.

Mengapa demikian sulitnya kita hidup berdampingan dengan damai?

Saya masih ingat dulu ketika saya masih di bangku sekolah di Bagansiapiapi. Saya selalu memandang masyarakat etnis Melayu sebagai sosok yang jahat, suka memalak, dan tidak jujur.
Saat terburuk adalah pada saat kerusuhan di Bagansiapiapi. Saat itu kebencian saya terhadap etnis Melayu mencapai titik tertinggi.

Namun, saat ini saya bertanya-tanya bagaimana ya pandangan mereka terhadap saya seorang Chinese (bukan cina) . Mungkin mereka (demikian yang saya pahami) dari kecil juga berpikir bahwa masyrakat chinese Bagansiapiapi itu pelit, sombong, licik, tamak, dan serakah.
Hm...saya tahu bahwa saya tidak demikian. Orang tua saya pun tidak demikian. Saudara-saudara saya pun tidak demikian. Kebanyakan teman-teman yang saya kenal pun tidak demikian.

Dan saya juga sangat yakin, bahwa hanya karena saudara etnis Melayu memandang saya demikian, bukanlah berarti saya secara fakta memang pelit, sombong, licik, tamak, dan serakah.

Demikian juga seharusnya saya mengerti tentang mereka. Hanya karena dalam persepsi saya saudara etnis Melayu itu jahat bukan berarti mereka itu benar-benar jahat.

Karenanya, jika ada saudara ku beretnis Melayu yang ada di forum ini, saya mohon maaf atas semua prasangka buruk yang selama ini ada dalam persepsi pribadi saya.

Saya percaya bahwa persahabatan itu dapat dimulai dari kita-kita. Saya sendiri setelah merantau sekian lama, akhirnya dapat menerima tentang perbedaan. Saya pikir kita yang telah merantau jauh, hidup dalam lingkungan yang sungguh majemuk, akhirnya akan dapat hidup dengan penuh toleransi meskipun itu tidak mudah.

Semoga forum ini mengawali persahabatan yang majemuk dari kita. Sehingga suatu saat nanti untuk reuni kita sekian tahun mendatang, dapat kita rayakan dalam suasana persahabatan antar suku.

Saya percaya bila kita bersahabat, angkatan di bawah kita akan dapat mengikuti...

Yang setuju dengan usulan persahabatan diawali dari forum ini...Post reply donk thanks....

# 2 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



BON Admin.
[VM]
Jakarta

Total post : 2816

yah.. sepertinya masih begitu banyak luka di hampir setiap hati.

Saat perayaan 5cap6 2006, tidak hanya orang melayu yang membantu di perayaan ini seperti membantu membenahi kabel supaya tongkang tidak terhalangi,
selain itu : tampil juga sumbangan dari suku jawa di bagan (kuda lumping), dan beberapa anak kecil juga memakai baju suku Melayu.

Hal ini mencerminkan generasi saat ini semakin menyadari untuk mewujudkan persahabatan yang harmonis.

Semoga apa yang telah diawali dengan baik ini, tidak lagi ternoda.

# 3 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Suryanto Tan
[VM]
Lainnya

Total post : 206

Nah ini info baru buat saya. Eh di website ada fotonya?

Kalo ada , saya pengen liat, sebab disanalah akan tampak keharmonisan antar suku....Terima kasih sebelumnya..

# 4 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Susanto Ng
 
Jakarta

Total post : 236

sebenarnya rasialisme tidak hanya di bagansiapiapi saja, tapi sudah di seluruh dunia. bahkan negara maju seperti amerika serikat masih ada rasialisme. hampir di seluruh dunia ada rasialisme jadi bukan di bagansiapiapi saja. Di jakarta juga demikian, bukan hanya gara-gara warisan jaman belanda yang membuat semacam level strata berdasarkan suku yang dimana menempatkan suku melayu sebagai tingkat bawah. anda bisa bayangkan bila suatu suka di tempatkan tertinggi??? notabene hal seperti aroganisme pasti terjadi, bahkan sampai sekarang bila kita suka kumpul2 dengan teman2 apalagi jumlahnya banyak, akan timbul suatu superior, suatu kekuatan sehingga kita memandang orang lain yang notabene kurang dalam hal jumlah akan mencondong ke pengelompokkan. hal itu alamiah karena emang kita makhluk sosial dan perlu berkelompok cuma yah manusia tuh emang suka begitu.
intinya bagaimana membentuk manusia untuk berpikir secara positif tentang semua hal, positif dalam memandang lingkungan, hewan, manusia dan Tuhan atau lainnya.
sifat rasialis itu sudah mengkhawatirkan, bayangkan sebagai orang tua mengajarkan anaknya untuk bersifat rasialis. Saya sendiri pernah di hina "cina cina cina" oleh orang tua anak tersebut dan anaknya, bayangkan saja. Tapi saya tidak membencinya, karena saya anggap ibu yg kebetulan salah satu suku mayoritas di jakarta dan anaknya itu level pendidikannya kurang sehingga dia tidak mengerti apa yang di ucapkannya. Saya kalo di adu dalam sejarah indonesia, menyanyikan lagu indonesia raya dan tentang pancasila sudah jelas ibu dan anak tersebut tidak akan se level dengan saya karena memang tidak bersekolah. Saya juga tertawa sendiri dgn orang2 yang menganggap dirinya dengan sebutan pribumi karena dalam sejarah indonesia tidak ada suku asli, indonesia adalah suatu pulau yang dulunya di huni sama binatang2 saja, semuanya pendatang. rata-rata adalah pulau yang skrg banyak bertebaran di indonesia yang tidak ada penghuninya, maksud saya pulau2 kecil. bahkan orang yang menyebut dirinya pribumi ini sebagian tidak hapal lagu indonesia raya dan tidak mengerti pancasila. So ??? apa yang salah??? saya bahkan lebih lancar ngomong bahasa indonesia daripada dia, kok jadi saya yang dibilang non pribumi?? jelas-jelas saya lahir disini, ngomong bahasa chinese aja kurang bisa, kenapa saya tetap di hina sebagai kata "cina?".

JELAS JELAS MASALAHNYA TUH DI PENDIDIKAN, PEMERINTAHAN INDONESIA DARI DULU SAMPAI SEKARANG TUH KURANG MEMBERIKAN PERHATIAN LEBIH KE PENDIDIKAN. HANYA LEWAT PENDIDIKAN YANG BENAR YANG BISA MENGHILANGKAN SIFAT RASIALISME. Pendidikan yang saya maksud adalah dari keluarga dan dari luar keluarga. Dan yang sangat berefek banyak adalah pendidikan keluarganya, kalo di ajarkan anaknya untuk rasialis seperti yang saya ceritakan di atas bagaimana seorang ibu mengajarkan anaknya untuk menghina saya maka suatu saat nanti anak tersebut dewasa pasti akan jadi seorang rasialis dan suatu saat dia berkeluarga maka dia akan menceritakan hal2 rasialis ke anaknya lagi. Seperti lingkarang Setan??? kaga ada ujungnya.

saya tidak tahu apakah forum ini tepat untuk membicarakan hal ini, bila tepat saya akan posting semua hal berkaitan dengan permasalahan ini

# 5 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



BON Admin.
[VM]
Jakarta

Total post : 2816

[quote:f2f52cfae0="susanto_ng"]saya tidak tahu apakah forum ini tepat untuk membicarakan hal ini, bila tepat saya akan posting semua hal berkaitan dengan permasalahan ini [/quote:f2f52cfae0]

sebatas pada tulisan dengan maksud yg mencerminkan indahnya perbedaan itu saya rasa masih belum dibatasi, tapi untuk artikel yang bisa mengundang salah persepsi tidak dianjurkan. mohon maklum.

# 6 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Suryanto Tan
[VM]
Lainnya

Total post : 206

Penggunaan kata "Cina" memang memiliki konotasi menghina (digunakan oleh bangsa jepang untuk merendahkan orang cina di masa penjajahan di Tiongkok). Oleh karenanya sebagian besar dari kita akan lebih suka disebut sebagai Chinese atau hua ren. dan sebagian lainnya lebih suka disebut dengan orang jawa atau orang sunda (meskipun berdarah hua ren).

Pendidikan memang ampuh untuk menghilangkan rasialisme. Tapi mengingat bahwa ini adalah program panjang pemerintah.. Saya pikir ada baiknya kita jangan terlalu berharap dari program ini.

Event-event budaya sebenarnya adalah sarana yang baik untuk memacu hubungan rukun antar suku. Saya pikir forum ini memiliki kapasitas ke sana nantinya.

Event-event dapat digalang dengan tema persahabatan antar suku. Saya sendiri tidak yakin pihak manakah yang berkapasitas untuk ini.

Yang jelas, dari saya sendiri, saya merindukan persahabatan antar suku yang indah... Saya merindukannya bukan karena saya takut didiskriminasi. Bukan . Tapi karena saya hendak melihat Bagansiapiapi yang dibanggakan...

# 7 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Chow
[VM]
Batam

Total post : 83

Tanggal : 11-Mar-2007 03:30:55
http://www.polarhome.com/pipermail/pdiperjuangan/2003-February/000112.html

# 8 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Sudarmo
[VM]
Lainnya

Total post : 60

Tanggal : 17-Jul-2007 02:01:08
hallo semuanya, thanks ya atas info-2 di atas.
pertanyaan:
Ada gak sih suku-2 yg lain selain suku Tionghua yg mengunjungi forum ini ?
semoga ada beberapa deh. karena kalo tidak, maka cuman kita-2 saja yg memahami pentingnya persahabatan antar suku ini. "xiang shi dui niu tan qin"

saran: kalo bisa coba kita semua bantu sebar luaskan ttg forum & website kita ini, supaya tidak cuman orang bagan saja yg tau pentingnya persahabatan antar suku yg indah ini.

Hii.. Pak Suryanto.. ide-2 kamu bagus sekali

salam
Asen


Halaman : total 1 hal.

 



BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE