Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

FORUM : Tentang Bagansiapiapi & Sekitarnya Diskusi Seputar Bagansiapiapi & Sekitarnya

 Topic umum : Berita tentang Bagansiapiapi di media massa
    Share


Moderator : MonMon,

Topic Created : 01.Jan.1970 07:00    View : 3131    



Tonie
[VM]
Jakarta

Total post : 207

bro n sis, bila ada berita bagan di media massa, tolong di copy ke sini,
biar kita semua bisa ngikutin truz.


Halaman :  [1]  2 


# 1 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Tonie
[VM]
Jakarta

Total post : 207

Bagi anda yang mempunyai berita2 tentang Bagansiapiapi yang ada di media massa. silakan posting di sini.

# 2 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Tonie
[VM]
Jakarta

Total post : 207

Rohil Daerah Hiterland Bagi Dumai
* Peningkatan Jalan Tembus Terus Dilakukan
17 May 2006

BAGANSIAPI-API ----- Peningkatan dan pembangunan infrastruktur yang dititiberatkan kepada jalan tembus Sinaboi – Dumai, tampaknya terus dilakukan oleh Pemkab Rohil. Malah, direncanakan di tahun anggaran 2006 ini, peningkatan jalan tembus Sinaboi – Dumai dapat diselesaikan. Digesanya peningkatan dan pembangunan jalan tersebut lantaran Kabupaten Rohil termasuk sebagai daerah hinterland bagi Kota Dumai.

Bupati Rohil, Drs H Wan Thamrin Hasyim yang ditemui Riau Pos, Senin (15/5) di Bagansiapi-api menjelaskan, program yang diambil di tahun anggaran 2006 yakni masih menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur meliputi pembangunan sarana transportasi seperti jalan dan jembatan. Peningkatan sarana jalan tersebut terfokus pada upaya membuka kawasan terisolir dan mempelancar akses ekonomi masyarakat serta menggerakan potensi daerah.

‘’Kita akan coba melakukan pembangunan dan peningkatan jaringan jalan lintas pesisir Rohil. Jaringan jalan lintas pesisir Rohil itu melintasi dari sebelah Utara ke Selatan menyusuri garis pantai. Menelusuri garis pantai dimulai dari Panipahan Kecamatan Pasirlimau Kapas melewati Kubu dan mengarah kepenghuluan Pekaitan dan Pedamaran di kuala Sungai Rokan di Kecamatan Bangko sampai menuju ke Bagansiapi-api,’’ kata Thamrin Hasyim.

Selain itu, lanjut Thamrin Hasyim, jalan menuju ke Sinaboi, Kecamatan Sinaboi yang mengarah sampai ke perbatasan dengan Dumai. ‘’Sewaktu pelaksanaan MTQ XXV Riau di Dumai kemarin itu, saya meluangkan waktu untuk melakukan koordinasi dengan walikota Dumai dan melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan jalan tembus itu. Kesepakatan yang ada yakni, pelaksanaan pembangunan jalan tembus itu dilakukan bersama-sama yang akhirnya akan bertemu pada satu titik,’’ kata Thamrin Hasyim.

Khusus jalan Bagansiapi-api – Sinaboi yang jaraknya hanya mencapai sekitar 31 kilometer itu, tambah Thamrin Hasyim, peningkatannya terus dilakukan. Malah, jalan Bagansiapi-api – Sinaboi tersebut terdapat dua jembatan penghubung yang perlu untuk dibenahi dan ditingkatkan lagi. ‘’Di Sinaboi itu kan ada jembatan yang menyerangi sungai. Kondisi jembatannya terbuat dari kayu dan cukup kecil. Sehingga menimbulkan segala bentuk kerawanan,’’ kata Thamrin Hasyim.

Untuk itu, lanjut Thamrin Hasyim, di tahun anggaran 2006, jembatan kayu tersebut segera ditingkatkan. Sehingga dapat memberikan pelayanan arus lalu lintas yang nyamanan. Selain itu, juga dimaksudkan untuk mempercepat prosesi terealisasinya pembangunan jalan tembus Sinaboi – Dumai. ‘’Kalau jembatan yang satu lagi persisinya berada di sekitar belakang kantor camat Sinaboi. Kita merasa yakni, di tahun anggaran 2006 ini, kedua jembatan termasuk peningkatan jalan tembus ini dapat diselesaikan,’’ kata Thamrin Hasyim.

Perlu diketahui, tambah Thamrin Hasyim, dari Sinaboi – Dumai jaraknya hanya mencapai 30 kilometer. Jadi, Bagansiapi-api – Dumai melalui Sinaboi, jarak tempuhnya hanya mencapai sekitar 71 atau 72 kilometer. ‘’Melihat kondisi seperti, jelas relative jarak tempuh ke Dumai sudah relatif dekat. Biasanya, dari Bagansiapi-api menuju ke Dumai melalui Ujungtanjung, jarak tempunya mencapai sekitar 122 kilometer,’’ kata Thamrin Hasyim membandingkan.

Digesanya peningkatan dan pembangunan jalan tembus Sinaboi – Dumai ini, lanjut Thamrin Hasyim, lantaran memiliki nilai tambah tersendiri bagi Kabupaten Rohil. Salah satu diantaranya, yakni menjadikan Kabupaten Rohil sebagai daerah hinterland bagi Dumai. ‘’Kalau sudah menjadi daerah hinterland bagi Dumai, maka sejumlah daerah di Rohil ini bisa bertambah baik. Apalagi, Kabupaten Rohil ini memiliki beberapa produk potensial yang bisa dilepar ke pasaran di Dumai itu. Kita berharap, agar ditahun anggaran 2006 ini, apa yang kita inginkan itu akan dapat terwujud,’’ kata Thamrin Hasyim.(

# 3 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



Yu-Izmailov
 
Bagansiapiapi

Total post : 21

ini bener lho. buat mereka yang makhluk-makhluk dari sinaboy, s.bakau, s.nyamuk. Anda akan menikmatinya. Akhir bulan april 2006, saat saya sedang survey produk komoditi laut, melihat adanya pembangunan jalan sebesar 8 meter. dimulai dari muara sinaboi kecil. awal mei telah tembus ke jalan lintas sinaboy.

akhirnya thanks God, you hear me.

kelak jika telah tembus Sinaboy-Dumai. saat itulah terlihat ketidakberdayaan Ujung Tanjung sebagai ibukota kabupaten Rokan hilir.
pusat perekonomian 5 daerah(bagansiapiapi, s.nyamuk, s.bakau, sinaboy, cau tapa)akan tumbuh berkembang bersama dumai.
saya sangat tidak mengkwatirkan perpindahan ke ujung tanjung. liat lah kekuatan sumber daya.yang bersumber uang yang akan mengerakkan perekonomian kecamatan Sinaboy.

# 4 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



asiong
 
Bagansiapiapi

Total post :

Akhirnya tidak lama lagi akan terkabulkan. Orang-orang dari dan keluar Bagan tidak mesti melewati Ujung Tanjung.

# 5 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



asiong
 
Bagansiapiapi

Total post :

Potensi Wisata Rohil
Minggu, 28 Mei 2006
Kabupaten Rokan Hilir, merupakan salah satu wilayah pemerintahan kabupaten termuda di Riau daratan. Kawasan yang terletak di pesisir pantai Pulau Sumatera ini, merupakan kawasan yang sangat strategis dalam pengembangan objek wisata. Disamping mampu menjadi pintu gerbang wisatawan mancanagera, juga mempunyai berbagai ragam objek wisata.

Pemerintah daerah setempat, tampak terus mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapi-api, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiapkan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpang antar pulau dan antar negara yang menghubungi pelabuhan-pelabuhan laut terdekat di negara tetangga Malaysia seperti port Klang dan Port Dikson, dan lainnya.

Beberapa kota dan tempat tempat menarik di Rokan Hilir, terus berbenah untuk dijadikan tujuan yang menarik bagi wisatawan, seperti kota nelayan Panipahan, Pulau Halang dan Sinaboi serta Bandar lama Bagansiapiapi. Adapula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seperti Baganbatu, Pujud dan dan Sedinginan. Kubu dan Tanah Putih menyuguhkan unsur budaya sebagai ciri wilayahnya.

Selain situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat menarik lainnya yang dapat dikunjungi adalah wisata bahari di Pulau Jemur. Daerah ini menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, Objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat ikan Arwana serta komunitas suku aslinya.

Untuk wisata petualangan, beberapa lokasi menjanjikan nuansa tersendiri bagi pengunjung, seperti menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelombang Bono di sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pendamaran dan lain sebagainya.

Cukup banyak potensi wisata khas Rokan Hilir yang layak untuk dikembangkan. Serperti halnya, Danau Laut Napangga dengan ikan arwananya, yaiutu jenis ikan langka dan banyak digemari oleh etnis Cina. Kemudian terdapatnya penyu langka di Pulau Jemur yang berbatasan angsung dengan negara tetangga, Malaysia.

Dalam pengembangan potensi objek wisata yang ada di Rokan Hilir ini, juga akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara langsung, bila upaya yang dilakukan pemerintah tepat guna serta tepat rencana. Karena hasil yang dicapai dari pembangunan sektor pariwisata, juga akan menyentuh langsung kepada income masyarakat setempat.

Membangun sektor pariwisata, jangan melihat secara parsial potensial yang ada. Karena adalam perjalanannya akan terjadi perubahan pemikiran dari pelaku politik, maka akan terjadi kerugian keuangan negara atau daerah, akibat pelaksana tidak konsisten dengan renacana sebelumnya.

Yang amat dibutuhkan dalam mengujutkan pembangunan sektor pariwisata, adalah kemauan politik. Dalam hal ini, kemauan Bupati dan DPRD setempat, agar membuat Rencana Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPOW) yang mengacu kepada RIPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) Provinsi Riau.***

Akmal Famajra, wartawan Riau Pos dan Sekretaris Umum Forum Pariwisata Riau serta pemerhati pariwisata. E-mail : akmal_famajra@yahoo.com dan akmalfamajra@riaupos.com

# 6 - Reply : 19.Dec.2007 01:01



asiong
 
Bagansiapiapi

Total post :

Minggu, 28 Mei 2006
Langit tampak cerah. Burung-burung tampak menari dan berkicau di pagi yang indah itu. Anak-anak keturunan Tionghoa, tampak mulai keluar rumah dengan baju-baju baru penuh dengan warna-warni yang ceria. Petugas klenteng, tampak mulai sibuk merapi-rapikan peralatan sembahyang. Pemandangan menjelang Bakar Tongkang seperti ini, hampir setiap tahun ditemui di Bagansiapi-api, Kabupaten Rokan Hilir.
Laporan : Akmal Famajra


Peringatan acara Bakar Tongkang ini, menurut kepercayaan yang dianut oleh warga keturunan Tionghoa di Bagansiapi-api ini, merupakan upacara ritual keagamaan yang mengandung makna dalam melaksanakan sembahyang untuk mendapatkan berkah, keberuntungan, kemudahan rezeki, sekaligus menyampaikan pesan sejarah.

Ribuan pengunjung etnis Tionghoa dari berbagai provinsi serta dari negara tetangga, seperti Thailand, Singapura dan Malaysia juga berkunjung pada upacara Bakar Tongkang tahun-tahun sebelumnya. Mereka selain melaksanakan ritual sembahyang, bakar hio, bakar kim, juga ikut dalam iring-iringan tongkang ke lokasi pembakarannya di Jalan Perniagaan ujung Bagansiapi-api.

Pada upacara Bakar Tongkang tahun 2005 lalu, etnis Tionghoa Bagansiapi-api yang percaya dengan Dewa Tai Sun dan Dewa Ki Ong Ya, menjadikan laut sebagai tempat sumber kehidupan. Petunjuk ini tentunya diketahui saat Tongkang dibakar, tiang kapal yang dibakar, tumbangnya ke arah laut. Itu pertanda bahwa tahun 2005 ini, etnis Tionghoa akan banyak mencari nafkah di laut. Bagaimana dengan kondisi di tahun 2006 ini?

Kilasan Sejarah
ACARA Bakar Tongkang di Bagansiapi-api telah berlangsung semenjak tahun 1926 masehi. Ketika itu, warga Tionghoa yang berasal dari Songkla, Thailand pada tahun 1826 ini mulai mengadakan peringatan tentang sejarah kedatangan mereka ke tanah Bagan, yaitu dengan menggelar sembahyang Bakar Tongkang di klenteng Ing Hok Kiong.

Ketika pecah kerusuhan di Desa Songkla Thailand antara warga Desa Songkla dengan etnis Tionghoa ini tahun 1825 masehi, etnis Tionghoa menyelamatkan diri pindah ke Bagan dengan tiga tongkang kayu mengarungi lautan. Di tengah perjalanan di laut, dua tongkang tenggelam, dan satu tongkang selamat berlabuh di Bagan. Sebelum tiba di Bagan mereka berlabuh terlebih dahulu di Kerajaan Kubu. Namun karena merasa kurang aman, akhirnya etnis Tionghoa ini pindah ke daratan Bagan.

Dengan menggunakan tiga tongkang, atau kapal layar terbuat dari kayu, marga Ang yang terdiri dari 18 orang—satu diantaranya perempuan, berlayar ke Bagan tahun 1826 masehi. Mereka ini sebelumnya adalah penduduk asli RRC yang migran ke Desa Songkla Thailand tahun 1825 masehi.

Satu tongkang yang selamat, menurut kisahnya disebabkan karena terdapat patung Dewa Tai Sun di haluan tongkangnya, yaitu satu-satunya dewa tak punya rumah, yang hidupnya hanya menggembara. Sedangkan dewa Ki Ong Ya diletakkan di rumah kapal (magun). Karena ada kedua dewa ini di dalam tongkang, maka selamatlah mereka menempuh perjalanan yang penuh tantangan itu.

Selanjutnya, di daratan Bagan saat mereka menginjakkan kakinya sekitar tahun 1826 masehi, ada tiga kerajaan Riau yang telah berdiri lebih dahulu yaitu Kerajaan Kubu, Kerajaan Tanah Putih, dan Kerajaan Batu Hampar. Kendati demikian etnis Tionghoa ini lebih nyaman menetap di Bagan, di muara Sungai Rokan sekarang di pinggir pelabuhan. Di sini mereka membangun pemukiman tradisional, termasuk membangun Bang Liau (gudang penampungan ikan).

Setelah satu abad mereka (etnis Tionghoa) ini menetap di Bagansiapi-api, maka mereka mulai melakukan upacara ritual secara besar-besaran. Kegiatan ini, sampai sekarang telah menjadi kalender kegiatan pariwisata Provinsi Riau. Juga merupakan event nasional yang dilakukan di daerah dengan penuh keunikan.

Selain itu mereka juga membuat dok kapal kayu, yaitu tempat pembuatan kapal yang digunakan untuk menangkap ikan. Kapal kayu terbuat dari jenis kayu leban. Selanjutnya agak ke daratan Bagan etnis Tionghoa ini membangun klenteng Ing Hok Kiong.***

# 7 - Reply : 30.Nov.2008 23:07



BON Admin.
[VM]
Jakarta

Total post : 2816

Bagan Siapi-api, 6 Nopember 1957

Pada tanggal 6 Nopember 1957 dua orang pedagang ikan dari Port Dickson, Malaysia, telah melihat sebuah benda terbang yang aneh di perairan Bagan Siapi-api yang meluncur dengan sangat cepat di langit.
Tek Oen Seng, seorang pedagang ikan dari Port Dickson bersama temannya waktu dalam perjalanan pulang, mereka dikejutkan oleh sebuah benda aneh yang nampak agak hitam kemerah-merahan, meluncur dengan cepatnya dengan meninggalkan asap berwarna hijau kehitam-hitaman. Benda itu menurut keterangan Tek Oen Seng berwarna kehijau-hijauan seakan-akan menyala bercahaya. Bentuknya hampir segitiga dan dari setiap sudutnya keluar asap tipis berwarna putih. Air dibawah piring terbang itu membusa menggelegak.

Data diperoleh dari buku “Menyingkap Rahasia Piring Terbang” karangan J. Salatun.

# 8 - Reply : 01.Dec.2008 14:14



hartono238
[VM]
Jakarta

Total post : 448

aneh ya? khan sudah ada bagian untuk berita sendiri? kenapa mesti disini?

# 9 - Reply : 01.Dec.2008 14:29



BON Admin.
[VM]
Jakarta

Total post : 2816

ketebulan artikel yg 1 itu boleh dibilang udah lewat.. dan bukan berita baru, jd dikumpulkan di sini sebgai bagian dr dokumentasi saja.

dan juga tidak semua member bisa meng-add berita baru, sehingga buat yg menemukan artikel yg berhubungan dgn bagan bisa post di sini .

tks

# 10 - Reply : 01.Dec.2008 14:30



hartono238
[VM]
Jakarta

Total post : 448

ok ok ok, ternyata bon admin lagi umpet, tapi online


Halaman :  [1]  2 

 



BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE