Sekilas tentang profile kota Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Kenali BON lebih dekat
Butuh bantuan ?

 

  • Group BON @ facebook
  • Gallery
  • kongkow
  • event
    
 

FORUM : IPTek & Hobby Photography

 Topic umum : Mari belajar teknik dasar photography
    Share


Moderator : MonMonCK47

Topic Created : 23.Jul.2009 20:48    View : 102838    



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

Kalau kemarin kita sudah mengenal camera DSLR dan bagaimana cara bekerjanya, kali ini kita akan belajar beberapa pengetahuan dasar photography dengan menggunakan camera DSLR. Menfoto dengan camera DSLR tidaklah jauh beda dengan menfoto dengan camera compact/ point and shoot camera. Ibarat mobil yang memiliki transmission automatic, compact camera / point and shoot memilikki setting cahaya yang sudah diatur otomatis. Sedangkan camera DSLR memilikki setting cahaya dan lainnya yang bisa kita atur secara manual maupun otomatis.

Kalau sudah ada yang auto, kenapa harus pusing dengan setting secara manual?
Kalau anda mengharapkan foto yang anda jepret itu jelas, warnanya bagus, pixelnya tinggi, ya, fungsi auto sudah cukup kok,, kenapa pusing2… Tetapi kalau anda pengen memberikan sentuhan yang berbeda, membuat foto kita kelihatan beda dari yang lain, membuat foto menjadi sesuatu tidak bisa terlihat dengan mata manusia, maka anda harus melakukan setting secara manual,

Pernah complain dengan foto yang anda ambil itu blur(tidak jelas)? Warnanya tidak memuaskan? Lightingnya kelihatan aneh? Ada beberapa situasi, fungsi automation setting tidak bisa memberikan hasil yang terbaik, kalau anda menguasi teknik mengatur sendiri pengcahayaan, well, problem solved..


Three Main Gateway

Kalau kita belajar matematika, kita akan memulai dengan 4 dasar yaitu, +,-,x,/, di photography, kita memulai dengan 3 dasar mengatur cahaya yang masuk ke sensor ataupun lebih dikenal dengan three gateway of light, three methodology, dll. Ketiga hal itu adalah Shutter Speed, Aperture, dan ISO Speed (Sensitivitas Sensor terhadap cahaya)

Shutter Speed adalah kecepatan tirai penutup sensor. Semakin lambat tirainya bergerak, semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor,. Shutter speed yang tinggi bisa menangkap object yang bergerak cepat dengan jelas, misalnya mobil yang bergerak, sedangkan shutter speed yang lambat, bisa merekam gambar dengan lambat, sedangkan benda yang bergerak bisa kelihatan motion-nya . Untuk pemahaman cahaya yang masuk melewati kecepatan shutter, kita bisa memakai analogi jendela dan pintu jendela. Ketika kita menekan tombol shutter, pintu jendela ini akan membuka, dan menutup kembali. Ketika pintu jendelanya dibuka secara lambat, cahaya yang masuk melewati kedalam ruangan semakin banyak daripada pintu yang dibuka dengan kecepatan tinggi.



Aperture adalah lubang cahaya yang masuk ke sensor. Ukuran aperture ditentukan oleh sebuah alat yang bernama diaphragm. Cahaya yang masuk masuk dari lens, bergerak melewati aperture sebelum masuk ke sensor. Fungsi sebenarnya ukuran besar kecilnya aperture adalah untuk mengatur kedalaman ketajaman gambar. Aperture yang kecil mempunyai ketajaman yang lebih dalam sedangkan aperture yang besar memiliki kedalaman yang tidak dalam, sehingga object yang berada diluar dari kedalamanan akan kelihatan kabur. Bagaikan mainan laser, semakin kecil lubang cahaya laser, maka semakin jauh laser bisa memantulkan cahaya, dan semakin lebar lubang cahaya, maka semakin tidak jauh laser bisa memantulkan cahayanya. Kita bisa mengunakan kembali analogi jendela dan pintu jendela diatas untuk pemahaman pengaturan cahaya lewat aperture. Kalau kecepatan pintu jendela membuka dan menutup kembali itu adalah shutter speed, maka jendela itu sendiri adalah aperture karena cahaya memasuki sensor lewat jendela itu. Semakin lebarnya jendela maka otomatis cahaya yang masuk lebih banyak dan begitu juga sebaliknya.



Satu hal yang akan selalu membingungkan pemula adalah besar aperture bukan ditentukan besar f number,, tapi sebaliknya. misalnya f 2.8 adalah aperture besar sedangkan f22 adalah aperture kecil..

Aperture Besar (f/5.6)


Aperture Kecil (f32)


Kombinasi antara shutter speed dan aperture adalah kunci untuk menentukan sebuah gambar itu memliki exposure yang tepat. Ketika berada di tempat yang terang seperti outdoor, kita bisa menggunakan shutter speed yang tinggi dengan aperture yang tinggi untuk mengurangi cahaya yang berlebihan masuk kedalam sensor supaya hasil dari foto tidak terlalu terang. Sedangkan ketika berada ditempat tidak terlalu terang seperti indoor, kita bisa menggunakan Aperture yang besar dan Shutter speed yang lambat. Namun shutter speed yang lambat sangat sensitive dengan pergerakan camera. Kamera yang bergerak saat shutter speed lambat berjalan akan menyebabkan gambar yang kabur. Di situasi seperti ini, penggunaan Tripod (alat tempat camera berdiri) atau kecepatan ISO bisa menjadi solusi.

ISO Speed adalah sensitivitas sensor terhadap cahaya. Penggunaan ISO yang tinggi bisa membantu sensor menrespon cahaya dengan lebih cepat, namun semakin tinggi ISO, akan menimbulkan noise. Noise membuat gambar kelihatan tidak jernih,.

three main gateway

Dengan kombinasi tiga pintu masuk cahaya, kita bisa mengatur settingan cahaya sesuai situasi dan kebutuhan kita dimana fungsi Auto kadang tidak bisa melakukannya dengan benar. Kalau kita melihat object lewat viewfinder yang merupakan refleksi dari cermin, bagaimana kita mengetahui sebuah settingan itu over exposure atau kekurangan cahaya. Biasanya di Viewfinder ada meteran cahaya untuk kita mengatur exposure yang tepat. Begitu juga kalau melakukan live view dari lcd secara langsung,, ada sebuah meter kecil terletak bagian bawah lcd atau bagian atas.



Masih banyak settingan dan teknik, kita akan membahas lebih lanjut disambungan topik ini.

Gambar diambil dari Wikipedia, www.imaging-resource.com, Enjoy! Discover the real joy of photography,


Halaman :  1  2  3  [4]  5  6  7  8 


# 31 - Reply : 10.Aug.2009 12:13



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

that's amazing, bro.. bikin gua makin suka ama macro dan nature photography.. i'm so have to own macro lens..

# 32 - Reply : 10.Aug.2009 12:41



rudydarwin
[VM]
Jakarta

Total post : 1105

Bro David, utk dapetin foto pose makro gitu, nunggunya berapa lama? kmrn pas di tv jg ada sharing fotografi, liatin dia mengambil foto lebah diatas bunga teratai, nunggunya lama tapi hasilnya keren banget...

# 33 - Reply : 10.Aug.2009 13:46



David Chen
[VM]
Jakarta

Total post : 1038

bro clarence.. lensa biasa juga bisa jadi macro lens.. ngak perlu macro lens khusus.. yang penting sekarang adalah jarak focus yang cukup.. FYI, lensa fix 50mm punya jarak focus mininal = lebih kurang 40cm.. dan dengan permainan DOF yang benar.. kita juga bisa menghasilkan foto macro.. tapi udah jelas butuh sedikit crop.. seperti foto lalat lagi indehoy itu.. totally bukan macro lens.. tapi permainan ada di crop..

bro rudydarwin.. hehehhee saya bukan tipe orang yang sabaran.. biasanya kalo lagi niat.. itu serangga pasti dibikin mabok dulu.. kata kunci = "sedikit baygon" dan photo2 itu hanya saya lakukan di dalam rumah dan sebatas halaman doang.. hehehehe

# 34 - Reply : 10.Aug.2009 14:58



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

wow.. never knew this technique is existed.. tidak pernah mengetahui trick ini.. setelah pahamin lebih jelas dan googling sebentar lihat gimana pasang reverse lens,, rupanya sangat mudah sekali..

gak mau ketinggalan, gua pakai 50mm 1.8 lens (bro, 1.4 lens is an expensive lens). gua balikkin lensnya, dan cari object yang kecil...

hasil dengan reverse lens 50mm f1.8
50mm rev lens

ini dengan 50mm f1.8 tanpa reverse.. tidak mampu mendapatkan focus karena batas minimal jarak terdekat ke object adalah 45cm
50mm distance too close

dan ini dengan 50mm f1.8 dengan jarak terdekat dan focus yang terbaik,, hasilnya
50mm best focus distance

caranya simple banget.. pasangkan lens secara terbaik dan tangan tetap memegang lens karena lensnya tidak terpasang di body camera.. kata bro david benar, gua peminum kopi dan bekas perokok mempunyai masalah dengan goyangan tangan dan camera shake.. terpaksa percepat shutter dan pakai flash..

lupakan auto focus.. manual focus masih bisa kalau anda memilikki tangan yang bisa memegang lens yang tanpa terpasang dan bisa memutar focus ring sekaligus... kalau anda memiliki tangan seperti saya,, gerakan jarak lens menjauhi atau mendekati object untuk mendapatkan focus terbaik

attaching rev lens 01
attaching rev lens 01

# 35 - Reply : 10.Aug.2009 15:10



David Chen
[VM]
Jakarta

Total post : 1038

bro clarance.. you've got the point

lensa ngak perlu dipegangin terus.. banyak yang jual conversion ring (kalo ngak salah namanya ini).. jadi nanti rev lens 50mm-nya nempel kayak filter di lensa.. atau kalo punya 2 filter nganggur dengan diameter yang sama, 52 ke 52mm misalnya.. bisa juga dibalik kemudian ditempel jadi satu pake lem epoxy.. tapi rada ngeri

makanya tadi sempat saya sebutin supaya ngak salah sangka.. cari lensa jadul yang 50mm f1.4.. cukup yang manual focus aza.. ngak mahal2 banget kok.. sekitaran 300rb-500rb, tergantung kondisi.. kalo ngak salah ingat dulu saya belinya 350rb lensa nikkor 50mm f1.4.. met hunting bro..

# 36 - Reply : 10.Aug.2009 19:08



Santana Perwira
[VM]
Jakarta

Total post : 641

-
salam kenal, bro David Chen,
thanks untuk sharing, jadinya lebih rame lebih meriah.

untuk beli lensa atau camera bekas, di Pasar Baru, Jl. Samanhudi. lt.2.
tapi, harga juga tidak murah banget.

mari kita lanjutkan lagi sharing teknik fotography.


# 37 - Reply : 10.Aug.2009 22:40



amei
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 76

ternyata memotret juga perlu ada triknya..thx ya sharing-nya...

# 38 - Reply : 11.Aug.2009 01:12



Anton Hung
[VM]
Jakarta

Total post : 1906

ditunggu jurus dari amei nih

# 39 - Reply : 11.Aug.2009 10:38



David Chen
[VM]
Jakarta

Total post : 1038

amei = amey chua ?? kalo benar berarti salah satu master di fotografi juga.. selain bisa menurunkan turunan yang berupa anak.. sang suami juga bisa menurutkan ilmu

# 40 - Reply : 11.Aug.2009 15:06



CK47
[VM]
Bagansiapiapi

Total post : 996

Crop factor & Full frame adalah salah satu subject yang penting didalam advanced photography dan juga merupakan topik yang cukup rumit.. kita mulai dengan pemahaman yang simple aja

Camera film SLR yang dulu memakai 35mm film, dan itu digolongkan sebagai ukuran 'full frame'. kalau dibandingkan rata2 camera DSLR, maka akan ditemui bahwa sensor rata2 DSLR biasanya lebih kecil (kecuali camera DSLR yang memilikki full frame sensor seperti Canon EOS 5D mark II, dll).

Biasanya camera full frame banyak digunakan oleh kalangan profesional terutama landscape dan natural photography.. Jika kita mengambil foto dengan camera yang mempunyai sensor yang lebih kecil tetapi lens yang sama dan focal length sama akan menghasilkan gambar yang luasnya relatif lebih kecil.

untuk memahami full frame dan crop factor lebih jelas, kita lihat gambar dibawah ini..


Black - Full Frame
Red - 1.3x Crop Factor
Yellow - 1.5x Crop Factor
Green - 1.6x Crop Factor

Jika gambar disemua garis frame diatas disamakan dalam satu ukuran misalnya 1024x768, maka gambar yang diambil dengan sensor yang lebih kecil (crop factor) akan kelihatan lebih besar karena coveragenya lebih kecil dan diperbesar mengikuti ukuran sebenarnya full frame..

Sesuai dengan hasilnya, lens yang dipasangkan ke camera yang mempunyai sensor yang lebih kecil akan memilikki perbedaan focal length yang lebih besar misalnya sebuah lens dengan focal length 50mm dipasangkan ke camera yang crop factornya 1.6x, hasil fotonya sebenarnya memilikki focal length 80mm..

untuk lebih mudah memahaminya, pakailah perbandingan table dibawah ini, 50mm di full frame (EOS 5D Mark II) tetap 50mm, namun di camera sensor lebih kecil yang memiliki crop factor 1.6x (misalnya EOS 450D), akan menghasilkan length lebih dalam 80mm.. gambar yang terlihat didalam full frame lebih luas..



Daftar camera full-frame digital SLRs
Contax N Digital (2002)
Canon EOS-1Ds (2002), EOS-1Ds Mark II (2004), 5D(2005), 1Ds Mark III (2007), 5D Mark II (2008)
Nikon D3 (2007), D700 (2008), D3X(2008)
Kodak DCS Pro 14n (2003), SLR/n (2004), SLR/c (2004),
Sony a 900 (2008), a 850(2009)
Leica S2 (2008 — sensor 56% lebih besar dari pada full frame)

Daftar camera crop factor DSLR
1.3x - Canon EOS 1D/1D MkIIN
1.5x - Nikon D40/D50/D70/D70s/D80/D200/D2XD2Hs Minolta 7D/Fuji S3 Pro Pentax *istDS/K100D/K110D/K10D
1.6x - Canon EOS 300D/400D/20D/30D
2.0x - Olympus E-400/E-500/E-300/E-1

satu lagi contoh pemahaman,, bayangkah object adalah sebuah meja pool/billyar dengan bola2 tersusun rapi secara horizontal, dengan urutuan bola 1 2 3 4 5 6 7. anda memiliki dua camera yang beda, satu full frame, dan satu crop factor 1.6x, tetapi kedua2nya memakai lens yang sama dengan fixed lenght 105mm, dan kedua camera difoto dari posisi yang sama,, yaitu diletakkan garis meja billyar..

camera full frame akan mendapatkan hasil bola yang tersusun dari 1 2 3 4 5 6 7
sedangkan camera crop factor 1.6x akan mendapatkan hasil foto bola yang dari nomor 2 3 4 5 6.

selain frame yang luas, full frame sensor juga mempunyai kelebihan yang lain adalah kualitas gambar yang lebih bagus dan jernih.. kejernihan gambar kelihatan sangat jelas ketika anda mengambil dengan ISO speed yang tinggi.. karena ukuran sensor berpengaruh sama ISO speed, jadi walaupun gambar kita diambil dengan ISO yang tinggi seperti 6400 tidak akan terlalu menghasilkan noise dalam foto kita..

kelebihan ukuran sensor full frame sangat berpengaruh ketika anda mengambil foto landscape baik berupa pemandangan alam, ataupun arsitektur ataupun foto landscape yang minim dengan sumber cahaya karena pengaruh ISO.. namun ketika anda mengambil foto wildlife, sport n concert, telephoto, lebih baik tetap menggunakan kamera dengan sensor yang lebih kecil untuk mengambil keuntungan jarak kedalaman yang lebih jauh..


referensi:
Digital Photography School
Wikipedia


Halaman :  1  2  3  [4]  5  6  7  8 

 



BON is providing basic human rights such as freedom of speech. By using BON, you agree to the following conditions :
 - Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
 - If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS.
IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE